BLORA, Beritajateng.id – 12 orang diamankan pihak kepolisian usai terlibat kerusuhan di karnaval perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Sabtu, 22 Agustus 2026 sore.
Dalam insiden ini, dua orang anggota Polsek Ngawen terluka akibat menjadi sasaran dugaan pengeroyokan.
“Anggota tersebut berinisial Aipda MS dan Aiptu SP,” kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin, saat dikonfirmasi, Minggu, 23 Agustus 2026.
Ia mengatakan sebanyak 12 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait kericuhan yang terjadi di perempatan Dukuh Randualas, Desa Rowobungkul, kemarin sekitar pukul 16.30 WIB.
“Saat itu pengamanan karnaval tingkat desa,” ujarnya.
Menurut Zaenul, kericuhan bermula dari aksi saling ejek yang kemudian memicu perselisihan antara warga Dukuh Tembang dan Dukuh Randualas hingga berujung perkelahian.
Petugas yang berada di lokasi berupaya melerai perkelahian tersebut. Namun, dalam menjalankan tugas, dua anggota polisi justru menjadi sasaran dugaan pengeroyokan.
“Anggota melerai, malah didorong sampai jatuh, sempat dipukul dan terluka,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, Aipda MS mengalami luka memar pada wajah dan menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara Aiptu SP mengalami luka pada bagian wajah serta luka memar.
“Keduanya sempat dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit,” katanya.
Saat ini 12 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Unit 1 Satreskrim Polres Blora. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian serta mengetahui peran masing-masing orang yang diamankan.
“Yang diperiksa 12 orang. Sampai sekarang masih tahap pemeriksaan. Untuk peran masing-masing masih menunggu hasil pemeriksaan di Unit 1,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















