BLORA, Beritajateng.id – Bupati Arief Rohman mengungkap pelaksanaan uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan mendapat sambutan positif dari para siswa.
Menurutnya para siswa di SDN 5 Ngawen yang menjadi sasaran uji coba MBG prasmanan ini sangat antusias ketika mengambil makanan sendiri. Hal ini berbanding terbalik ketika menu MBG dibagikan dalam ompreng.
“Saya melihat anak-anak merasa senang dan antusias dengan penyajian secara prasmanan dibandingkan kalau diberikan langsung,” katanya saat meninjau langsung proses uji coba, Senin, 5 Oktober 2026.
Dalam penerapan MBG prasmanan ini, ia menuturkan makanan yang sebelumnya telah diolah di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disajikan di aula sekolah. Para siswa kemudian diharuskan mengantre untuk mengambil makanan sesuai porsi dan kebutuhan.
Dengan pola tersebut, Bupati Arief menerangkan bahwa para siswa dapat menyesuaikan sendiri porsi makanan yang diambil. Sehingga diharapkan mereka dapat memakan MBG tersebut sampai habis tak bersisa.
“Jadi porsinya sesuai dengan keinginan anak-anak. Harapannya makanan yang diambil bisa langsung habis dan tidak banyak yang tersisa,” ujarnya.
Bupati Arief juga mengatakan Kabupaten Blora menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan menguji coba penyajian MBG dengan sistem prasmanan.
“Alhamdulillah, dari 42 daerah di seluruh Indonesia, Kabupaten Blora mendapat piloting project menu MBG yang disajikan secara prasmanan,” katanya.
Dia menyebut hasil uji coba tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi. Jika pola prasmanan dinilai berjalan baik dan memberikan hasil positif, besar kemungkinan sistem tersebut dilanjutkan.
“Kalau memang ini bagus, tentu akan kita lanjutkan,” tegas Arief.
Korwil SPPG Blora, Artika Diannita, menjelaskan penerapan sistem prasmanan merupakan arahan dari Deputi Sistem dan Tata Kelola. Menurutnya tidak ada ketentuan khusus terkait menu yang harus disajikan dalam uji coba tersebut.
“Untuk menu tergantung AG dapur masing-masing. Tidak ada juknis harus menu apa,” katanya.
Ia menerangkan salah satu tujuan utama MBG prasmanan itu adalah menekan risiko kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, menurutnya makanan juga dapat langsung dikonsumsi langsung dalam kondisi hangat.
“Goal-nya meminimalkan kejadian fatal. Sistem prasmanan ini kan kondisinya makanan masih hangat,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil















