KENDAL, Beritajateng.id – Bupati Dyah Kartika Permanasari mendorong agar masyarakat dapat mewujudkan keluarga terencana. Hal ini karena menurutnya perencanaan keluarga dinilai berdampak, terutama pada kesehatan ibu dan bayi.
Dorongan ini termanifestasikan dalam layanan Mobil Unit Pelayanan KB Keliling atau Muyan yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kendal.
“Saya berpesan kepada seluruh pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan, untuk mewujudkan keluarga yang terencana karena tentunya akan berdampak kepada kesehatan bagi bayinya, termasuk juga kepada orang tuanya,” kata Bupati Tika, sapaan akrabnya.
Pada Selasa, 6 Oktober 2026, layanan Muyan ini menyasar kelompok perempuan pekerja di PT Sari Tembakau Harum Cepiring dan masyarakat umum di sekitarnya. Melalui layanan ini, Pemkab Kendal berupaya memberikan kemudahan dalam pelayanan kontrasepsi.
“Tentunya harapannya ini untuk menjemput bola dan memudahkan para akseptor yang akan melaksanakan KB,” ujar Bupati Tika.
Menurutnya, pelayanan di lingkungan PT Sari Tembakau Harum Cepiring dipilih karena mayoritas pekerjanya merupakan perempuan. Kondisi tersebut dinilai menjadi kesempatan yang tepat untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga.
“Karena di sini kebetulan para pegawainya kebanyakan perempuan, untuk sosialisasi agar para pasangan usia subur ini meningkatkan kesadaran untuk keluarga yang terencana,” jelasnya.
Bupati Tika menerangkan edukasi mengenai KB penting untuk mencegah kehamilan pada usia terlalu muda maupun jarak kelahiran yang terlalu dekat yang dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan anak.
Sementara itu, Koordinator Penyuluhan KB Cepiring, Wawan Kustiono, mengatakan layanan Safari KB tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi karyawan pabrik, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum di sekitar wilayah Cepiring.
“Untuk pelayanan KB keliling ini bisa diakses sampai tanggal 7 Oktober besok. Baik di pabrik rokok sini sebagai pusatnya atau juga di puskesmas,” terang Wawan.
Wawan menyebutkan, jumlah pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Kendal saat ini mencapai sekitar 158.996 PUS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 119.175 PUS tercatat sebagai peserta KB aktif.
“Untuk jumlah peserta aktifnya itu sebesar 119.175. Jadi, persentasenya adalah 74,95 persen,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Utia Lil















