BATANG, Beritajateng.id – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Kabupaten Batang pada Kamis, 30 Juli 2026. Dalam kunjungan ini, ia meresmikan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk 62 ribu rumah bersubsidi serentak se-Indonesia.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 30 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi menyatakan akad massal 62 ribu unit KPR dimulai,” kata Presiden Prabowo yang kemudian diikuti dengan prosesi menekan tombol.
Prosesi tersebut turut diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, dan dua warga yang mengikuti akad massal di Batang, Kamis sore.
Selepas prosesi peresmian akad selesai, Presiden Prabowo berdialog secara virtual dengan beberapa warga yang juga mengikuti prosesi akad massal rumah subsidi dari berbagai daerah.
Presiden berdialog dengan Stenly di Jayapura, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang sirih pinang. Kemudian, Presiden lanjut berbincang dengan Sarah di Banda Aceh. Sehari-hari, Sarah berdagang barang kelontong di kiosnya.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden, berkat Bapak, program KPR sejahtera FLPP, kami akhirnya memiliki rumah impian untuk keluarga. Semoga Bapak Presiden diberi keberkahan serta kesehatan,” kata Sarah kepada Presiden Prabowo melalui sambungan video conference.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, program rumah subsidi tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai penerima rumah, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya pengembang lokal di berbagai daerah.
Ia mencontohkan sejumlah pengembang yang memulai usaha dari bawah dan kini mampu berkembang, termasuk pengembang asal Kabupaten Batang.
“Di Batang ada pengembang lokal yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga pemasaran dan kini berhasil menjadi pengembang perumahan yang berkembang. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh pelaku usaha daerah,” tuturnya.
Menurutnya, penyelenggaraan akad massal KPR subsidi kali ini melibatkan 10 bank penyalur dengan total 62.710 penerima manfaat, sementara 200 orang hadir langsung sebagai perwakilan dalam seremoni di Batang.
Maruarar juga menjelaskan, bahwa pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan yang mendukung masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah.
“Salah satunya melalui pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR, sehingga biaya kepemilikan rumah menjadi lebih terjangkau. Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan capaian program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai salah satu instrumen utama pembiayaan rumah subsidi,” ujar dia.
Ia menyebut capaian penyaluran FLPP terus mengalami peningkatan dan menjadi yang tertinggi sepanjang pelaksanaan program tersebut.
“Melalui akad massal KPR subsidi dan KUR Perumahan ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat memiliki rumah layak huni, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perumahan sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional dan daerah,” pungkasnya.















