BATANG, Beritajateng.id – Sebanyak dua rumah warga di Dusun Reosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, dilaporkan tertimbun longsor yang terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026 sekitar pukul 17.40 WIB.
Selain dua rumah yang tertimbun, delapan rumah lainnya dilaporkan terdampak dan mengalami kerusakan. Rumah yang terdampak paling parah yakni milik Mahno, warga RT 4 RW 02.
Sedangkan rumah milik Turahman mengalami kerusakan separuh bangunan karena juga berdekatan dengan rumah Mahno. Selain itu, satu tempat ibadah berupa Musala juga ikut terkena material longsor.
Salah seorang warga setempat, Kuwadi (42), mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat turun hujan deras disertai kabut tebal. Tanah tebing yang berada di samping pemukiman warga longsor. Tidak hanya menimpa rumah warga, material longsor juga menutup akses jalan.
“Hujannya sangat deras saat kejadian, tanah tebing yang ada di samping pemukiman warga longsor dan menimpa rumah Pak Mahno dan Turahman,” ujarnya.
Kuwadi menyebut dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kondisi dua rumah mengalami kerusakan yang parah, sebab hancur diterjang tanah longsor.
“Beruntung tidak ada korban jiwa saat kejadian, namun rumah warga mengalami kerusakan parah akibat diterjang longsor,” tuturnya.
Korban terdampak tanah longsor, kata dia, untuk sementara pindah mengungsi ke tempat saudaranya yang juga masih satu dusun. Sebab, rumah tersebut tidak bisa untuk ditempati.
“Pak Mahno dan Turahman saat ini tinggal di rumah saudaranya pasca rumahnya terkena tanah longsor. Sebab rumahnya juga tidak bisa lagi untuk ditempati,” lanjutnya.
Hal senada diungkap Kepala Desa Pranten, Syarifudin. Ia mengatakan sebanyak 10 rumah warga di Dusun Rejosari terdampak tanah longsor. Dua diantaranya mengalami kerusakan yang sangat parah karena tertimbun.
“Total ada 10 rumah warga yang terkena imbas bencana longsor, 2 diantaranya rusak parah karena tertimbun material tanah longsor,” kata dia saat dihubungi, Senin, 26 Januari 2026.
Dia menerangkan penanganan pasca bencana longsor saat ini masih dilakukan dengan mendatangkan alat berat ke lokasi untuk mempermudah pembersihan material yang menutup akses jalan serta menimpa rumah warga.
“Kami datangkan alat berat untuk penanganan pembersihan material longsor. Selain itu juga warga melakukan gotong royong,” terangnya.
Syarifudin menyebut, akibat kejadian bencana longsor itu kerugian ditaksir mencapai Rp350 juta.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















