BLORA, Beritajateng.id – Sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Blora berhenti beroperasi sejak pekan lalu. Akibatnya, pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) bagi ribuan penerima terkendala.
“Hingga Jumat pekan lalu ada 11 dapur. Dikarenakan dana belum cair,” ungkap Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Blora, Artika Diannita, Senin, 22 Desember 2025.
Adapun SPPG yang berhenti beroperasi yakni SPPG Karangjati 1 Blora, SPPG Doplang Jati, SPPG Wado 1 Kedungtuban, SPPG Klopoduwur Banjarejo, SPPG Sumberagung Banjarejo, SPPG Sidomulyo Banjarejo.
Selain itu, ada pula SPPG Kediren Randublatung, SPPG Tawangrejo Kunduran, SPPG Blora Cepu Nglanjuk, SPPG Kedungjenar 1, SPPG Cepu 1.
Artika mengatakan, pihak dapur dilarang menggunakan dana talangan untuk operasional program MBG. Sehingga, apabila dana dari pusat tidak cair maka dapur SPPG tidak bisa menyediakan makanan MBG.
“Memang kita akhir tahun kan mau disesuaikan semua. Saldo di-nol-kan semua, nanti Januari kembali (normal) lagi,” terang dia.
Pihaknya mengaku tidak mengetahui waktu pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) ke SPPG untuk MBG. Namun, ia menegaskan yayasan atau mitra BGN akan beroperasional setelah dana cair.
“Akan operasional kembali kalau dana sudah masuk. Dana kan dari BGN pusat,” ujar dia.
Pada saat libur semester, dapur MBG yang masih beroperasi tetap melayani kelompok B3 yakni Balita, Ibu Menyusui dan Ibu Hamil. Sementara untuk MBG bagi pelajar akan disesuaikan dengan kesepakatan masing-masing antara SPPG dan pihak sekolah selama libur semester.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















