BLORA, Beritajateng.id – Bupati Blora Arief Rohman menuturkan pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp72 miliar untuk menyukseskan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ia menjelaskan setiap satu koperasi membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar. Sementara di Blora terdapat terdapat 24 Koperasi Merah Putih yang tersebar di 24 kelurahan.
“Rp72 miliar akan kita siapkan di anggaran perubahan. Kita lagi ngitung, di anggaran perubahan ini, ada apa saja (yang dapat dihemat),” ujarnya, baru-baru ini.
Persiapan pengalokasian anggaran ini, kata dia, dilakukan setelah pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan baru mengenai pembiayaan Koperasi Merah Putih yang dibebankan ke anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Kebijakan baru, bahwa Kopkel Merah Putih akan menjadi tanggung jawab APBD,” jelasnya.
Saat ini pihaknya masih menunggu juklak juknis dari pemerintah pusat terhadap penerapan aturan tersebut. Ia menegaskan program Koperasi Merah Putih akan disukseskan di Kabupaten Blora.
“Yang koperasi desa tanggung jawab dana desa, untuk yang Kopkel ini akan menjadi tanggung jawab dari APBD,” terangnya.
Sembari menunggu juklak juknis dari pemerintah pusat, ia mengungkap pihaknya masih mencari peluang penghematan di pos-pos anggaran selain untuk internet. Semua penghematan itu, nantinya dikumpulkan untuk mempersiapkan Koperasi Merah Putih.
“Kalau ada sisa (internet) Rp600 juta, nanti kita kumpul-kumpulin, karena kita diperubahan ini akan menghitung,” katanya.
Apabila terdapat kelebihan anggaran dari jumlah yang harus disiapkan untuk 24 unit Koperasi Kelurahan Merah Putih, Bupati Arief mengungkap sisa anggaran itu berencana memperbaiki infrastruktur jalan dan penerangan di Kabupaten Blora.
“Kalau sisa ya tetap prioritasnya di insfratruktur. Karena mayoritas masukan masyarakat itu di infrastruktur dan penerangan jalan yang masih terbanyak masuk ke kami. Untuk itu dianggarkan,” tambahnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















