BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora tahun ini tidak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sekolah. Padahal pada 2025 lalu, anggaran perbaikan sekolah mencapai Rp20 miliar.
Kabid Sarpras Dinas Pendidikan, Sandi Tresna Hadi, mengatakan tidak ada anggaran untuk perbaikan sekolah baik negeri maupun swasta. Sebelumnya Pemkab Blora telah mengalokasikan Rp800 juta untuk revitalisasi tiga sekolah, namun anggaran itu masih ditahan.
Menurutnya penahanan anggaran tersebut karena Pemkab Blora masih berupaya memasukkan ketiga sekolah tersebut ke dalam program revitalisasi yang didanai oleh pemerintah pusat.
“Kalau nanti masuk ke program revitalisasi tahun ini ya tidak dicairkan. Tapi kalau sekolah tersebut tidak masuk bisa dicairkan. Semoga habis Lebaran bisa muncul nama sekolah yang mendapatkan program revitalisasi,” kata Sandi.
Lebih lanjut, Sandi menyebut tahun ini pihaknya pun tidak mengusulkan perbaikan sekolah pada anggaran perubahan APBD. Namun apabila ada instruksi dari pimpinan untuk pendataan dan pengusulan kembali, pihaknya baru akan melakukannya.
“Anggaran murni kan nol, untuk perubahan juga belum ada rencana pengusulan. Tapi kalau ada instruksi dari pimpinan akan diusulkan,” katanya.
Diketahui, pada 2025 lalu Dinas Pendidikan Blora mengalokasikan sekitar Rp20 miliar untuk melakukan perbaikan pada 11 sekolah. Anggaran ini bersumber dari dana pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Blora, bukan dari APBD Blora.
“Rp20 miliar itu 90 persennya pokir anggota DPRD. Jadi juga mencangkup sekolah swasta,” kata Sandi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















