BLORA, Beritajateng.id – Kekeringan hingga akses air bersih yang sulit diakses mulai melanda sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Blora. Diantanyanya Dukuh Ngrawut dan Tlogo di Desa Plosorejo, Kecamatan Randublatung.
Akibat kekeringan ini, warga terdampak musim kemarau itu terpaksa harus mengambil air dari sungai dengan membuat sumur-sumur kecil di tengah pasir atau belik. Air dari sumur kecil ini lalu dialirkan ke rumah dengan cara disedot menggunakan pompa air.
Salah seorang warga, Poyo, mengungkap cara ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir di musim kemarau.
“Ya kalau airnya bersih juga. Karena air itu dari belik baru kita sedot dengan pompa air,” ucapnya, Senin, 6 Juli 2026.
Menurutnya, cara ini juga dilakukan oleh sejumlah warga untuk bisa memenuhi kebutuhan air dimusim kemarau.
“Beberapa tetangga juga melakukan hal yang sama biar bisa dapat air untuk nyuci, mandi dan minum ternak,” jelasnya.
Di wilayah yang sama, beberapa warga memilih untuk mengambil air bersih di salah satu sumur di area persawahan. Mereka rela mengantri sejak subuh agar bisa mengisi jerigen-jerigen air untuk memenuhi kebutuhan setiap hari.
Salah seorang warga, Darto mengatakan jarak antara rumah dengan sumur tersebut sebenarnya cukup jauh. Namun, ia terpaksa memilih cara itu dibandingkan membeli air dari truk untuk menghemat pengeluaran.
“Kalau beli terus boros. Paling seminggu sudah habis, mending ambil sendiri,” katanya.
Kegiatan mengambil air bersih di sumur sendiri sudah dilakukan sejak dua bulan terakhir, semenjak musim kemarau tiba tahun ini. Darta berharap agar bantuan air bersih dari pemerintah bisa segera disalurkan ke wilayahnya agar warga tidak lagi susah payah dan kesulitan mencari air bersih.
“Harapannya ya segera ada bantuan air bersih masuk ke desa kami khususnya Dukuh Tlogo agar kami tidak lagi kesulitan mencari air bersih setiap hari,” pungkasnya.
Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, sebanyak 149 desa dan kelurahan dari 15 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini. Jumlah ini meningkat dibanding potensi tahun lalu yang hanya 139 desa dan kelurahan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















