KUDUS, Beritajateng.id – Setelah sepuluh hari bertahan di lokasi pengungsian SD 4 Payaman, sebanyak 217 warga Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, akhirnya kembali pulang ke rumah masing-masing, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kepulangan ini dilakukan menyusul surutnya genangan banjir di permukiman mereka, meski sebagian akses jalan masih terendam air setinggi sekitar 30 sentimeter.
Kepala Desa Payaman, Nurhadi, menyebut total pengungsi berasal dari 78 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, empat orang lebih dulu pulang secara mandiri sebelum pemulangan terkoordinasi dilakukan.
“Mereka memang minta segera dipulangkan karena air di rumah sudah surut. Kami dari pemerintah desa dibantu kecamatan, BPBD, dan stakeholder lainnya memfasilitasi kepulangan. Ada tiga armada truk yang disiapkan,” ujar Nurhadi.
Selain transportasi, para pengungsi juga menerima bingkisan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disalurkan melalui BPBD Kudus.
Paket bantuan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, roti kering, hingga sarden.
Bagi warga, pulang ke rumah meski kondisi belum sepenuhnya normal tetap menjadi harapan besar.
Hambali (49), salah satu pengungsi, mengaku keinginan untuk kembali sudah muncul sejak air mulai surut beberapa hari terakhir.
“Sudah sepuluh hari di pengungsian. Sekarang tinggal jalan saja yang tergenang, itu pun masih bisa dilewati. Banyak ibu-ibu yang kerja di Djarum juga minta pulang. Waktu banjir, air sampai setinggi perut orang dewasa, mau jalan ke tempat aman saja susah,” tuturnya.
Keinginan serupa disampaikan Suci Rahayu (35), warga yang tengah hamil delapan bulan.
Ia bersyukur bisa kembali ke rumah dan berencana langsung membersihkan sisa lumpur serta perabotan yang sempat terendam.
“Alhamdulillah sudah bisa pulang. Air di rumah sudah surut, tinggal di jalan sekitar 30 sentimeter dan masih bisa diterobos motor. Sampai rumah nanti kami langsung bersih-bersih,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















