DEMAK, Beritajateng.id – Akses jalan menuju Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, terputus akibat diterjang gelombang besar ombak. Akibatnya, aktivitas warga di wilayah tersebut lumpuh.
DIketahui, jalan tersebut merupakan akses darat satu-satunya menuju permukiman warga Dukuh Tambaksari RT 1 RW 4. Jalur ini juga menjadi akses menuju kawasan wisata religi Makam Terapung Syech Mudzakir.
Putusnya jalan membuat Dukuh Tambaksari seolah terpisah dari dunia luar. Anak-anak tak bisa berangkat sekolah, aktivitas ekonomi terhenti, dan keseharian warga kini hanya berpusat di dalam rumah.
“Iya, jalannya putus karena ombak. Jalan itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan sekarang tidak bisa diakses,” ujar Kepala Desa Bedono, Agus Salim, Selasa, 13 Januari 2026.
Selain akses darat yang terputus, transportasi perahu yang biasanya menjadi alternatif pun tak dapat dimanfaatkan. Hal ini disebabkan ombak yang besar, angin kencang, dan hujan deras membuat perjalanan laut berisiko tinggi.
“Sementara ini anak-anak tidak bisa berangkat sekolah, warga juga tidak bisa beraktivitas seperti biasanya,” kata Agus.
Meski berada dalam kondisi serba terbatas, warga Dukuh Tambaksari memilih bertahan dan tidak mengajukan evakuasi. Menurut Agus, rumah dan sisa daratan yang masih ada di tengah kepungan laut merupakan tempat yang tak mudah ditinggalkan warga setempat.
Agus berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu perbaikan akses jalan yang rusak. Hal ini aktivitas warga bisa kembali seperti semula.
“Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Demak bisa memberikan perhatian agar jalan itu tersambung kembali dan warga dapat beraktivitas normal,” tutupnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















