DEMAK, Beritajateng.id – Kabupaten Demak masuk dalam lima besar daerah tujuan wisata di Provinsi Jawa Tengah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin. Masjid Agung Demak menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan, bahkan mengungguli Masjid Raya Syekh Zayed Solo.
Berdasarkan data dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, tercatat ada lebih dari 3,8 juta wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi di Jawa Tengah selama libur Nataru.
Kepala Bidang Pengembangan Produk Obyek Daya Tarik Wisata (PPODTW) Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Masluroh mengatakan, kunjungan wisatawan ke Demak sendiri mencapai lebih dari 523.525 wisatawan.
“Demak menempati peringkat ketiga daerah tujuan wisata di Jawa Tengah setelah Kota Semarang dan Kabupaten Klaten. Selanjutnya disusul Kabupaten Rembang dan Kota Surakarta,” ujar Masluroh, Selasa, 6 Januari 2026.
Ia menyebut, destinasi wisata religi Masjid Agung Demak masih menjadi tujuan favorit wisatawan saat mengunjungi daerah dengan julukan Kota Wali itu.
“Masjid Agung Demak menempati urutan kedua destinasi wisata terfavorit di Jawa Tengah, berada di bawah Kota Lama Semarang. Sedangkan Makam Sunan Kalijaga di posisi ketiga, disusul Candi Prambanan, dan Masjid Raya Syekh Zayed Solo,” bebernya.
Luluk, sapaan akrabnya, menyebut jumlah kunjungan wisatawan ke Masjid Agung Demak tercatat sebanyak 298.315 orang. Sementara Makam Sunan Kalijaga dikunjungi sebanyak 272.368 wisatawan.
“Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap wisata religi di Kabupaten Demak selama momentum libur panjang akhir tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya angka kunjungan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata religi.
“Aktivitas pedagang, jasa parkir, hingga penginapan turut merasakan dampaknya selama masa libur Nataru,” ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan tidak terlepas dari berbagai upaya peningkatan pelayanan dan pengelolaan destinasi wisata yang dilakukan pemerintah daerah bersama pengelola dan masyarakat setempat.
“Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata, terutama wisata religi, agar kunjungan wisatawan dapat terus meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















