GROBOGAN, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan mulai melakukan perbaikan pada ruas Jalan Semarang-Purwodadi yang telah lama mengalami kerusakan. Proyek ini ditargetkan berjalan selama satu bulan mulai 3 Agustus-3 Oktober 2026.
Dengan masa pengerjaan proyek perbaikan yang cukup lama itu, Pemkab Grobogan melalui Polres pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas, terutama bagi warga sekitar di wilayah Desa Bringin, Kecamatan Godong.
Selama proyek berlangsung, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Grobogan juga telah menyiapkan sejumlah skema pengalihan arus. Hal ini bertujuan mengantisipasi kemacetan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani melalui KBO Satlantas Ipda Moch Agus Salim mengatakan, rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk kendaraan yang datang dari dua arah.
Pengalihan arus diberlakukan bagi kendaraan dari arah barat maupun timur agar aktivitas perbaikan Jalan Semarang-Purwodadi itu tidak mengganggu kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna.
“Pengalihan arus ini kami siapkan untuk kendaraan dari dua arah, baik dari arah barat maupun timur. Khusus kendaraan kecil, seperti sepeda motor maupun mobil roda empat dapat melalui rute alternatif yang sudah dipersiapkan,” ujar Ipda Agus, Senin, 10 Agustus 2026.
Untuk kendaraan bertonase besar, ia menuturkan pihaknya telah menyiapkan jalur khusus agar tidak memasuki ruas jalan yang sedang dalam proses perbaikan.
Dari arah Solo, kendaraan seperti truk dan bus diarahkan melalui Pertigaan Putat menuju Jalan Lingkar Utara, kemudian Bundaran Getasrejo, Ketapang Grobogan, Klambu, Kudus, hingga Semarang.
“Pengalihan tersebut dipilih agar kendaraan berat tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa melintasi lokasi proyek perbaikan jalan,” terangnya.
Sementara kendaraan besar dari arah Blora diarahkan melalui Bundaran Getasrejo, kemudian menuju Ketapang Grobogan, Klambu, Kudus dan selanjutnya Semarang.
Berbeda dengan kendaraan bertonase besar, kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan sepeda motor bisa melewati jalur alternatif tersendiri.
“Untuk kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan sepeda motor dapat melintas jalur alternatif Wolo-Truko-Sambung-Jeketro-Mlilir-Kemiri-Gubug,” jelasnya.
Pihaknya pun menegaskan agar kendaraan besar tidak melintas di jalur alternatif itu, mengingat jalurnya yang sempit. Sehingga pihaknya mengimbau agar kendaraan besar bersedia melewati Pantura.
“Untuk yang dari arah Semarang kita imbau agar melewati Pantura,” tambahnya.
Selama pekerjaan berlangsung, petugas Satlantas Polres Grobogan juga akan melakukan pemantauan di sejumlah titik untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan sesuai rencana.
Pengguna jalan diminta mengikuti arahan petugas yang berjaga serta memperhatikan rambu-rambu sementara yang telah dipasang di sekitar lokasi pekerjaan.
Kepolisian menegaskan, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas selama proses perbaikan berlangsung. Masyarakat juga diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di sekitar lokasi proyek.
“Adanya pekerjaan jalan ini, kami dari Satlantas Polres Grobogan memberikan imbauan kepada para pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas, selalu berhati-hati dan tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















