GROBOGAN, Beritajateng.id – Tim peneliti dari Politeknik Nuklir Indonesia mengungkap lingkungan lumpur dan garam di kawasan wisata Bledug Kuwu, Kabupaten Grobogan, aman dari senyawa radioaktif.
Hasil penelitian di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini diungkap Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Grobogan, Afi Wildani.
Menurut dia, hasil penelitian yang dilakukan sejak November 2025 menunjukkan lumpur maupun kandungan garam di Bledug Kuwu tidak mengandung radioaktivitas yang membahayakan.
“Alhamdulillah ternyata di Bledug Kuwu itu tidak berbahaya, tidak mengandung radiasi atas lumpur maupun kandungan garamnya, yang sebelumnya diduga berisiko,” ujarnya dalam acara Nuclear Engagement di Aula Bapperinda Grobogan, Jumat, 25 September 2026.
Temuan tersebut menurutnya justru membuka peluang untuk mengembangkan potensi Bledug Kuwu tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki produk turunan bernilai ekonomi.
Hal senada disampaikan Dosen Politeknik Nuklir Indonesia Lutfi Aditya Hasnowo. Ia mengatakan, tim melakukan pemantauan dan analisis lingkungan di kawasan Bledug Kuwu, termasuk mengambil sejumlah sampel.
“Kemarin kita melakukan pemantauan dan analisis lingkungan, baik lingkungan di Bledug Kuwu maupun sampel-sampel lumpur, air dan juga garam,” kata Lutfi.
Dari hasil analisis radioaktivitas, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan aman.
“Hasil pantauan dan analisis kami terkait radioaktivitas semua aman, di bawah ambang batas,” jelasnya.
Selain radioaktivitas, tim juga melakukan analisis terhadap kandungan logam berat. Lutfi menyebut hasil sementara yang diperoleh juga berada dalam kondisi aman. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan potensi dan karakteristik bahan tersebut secara lebih mendalam.
“Yang dari kita dapatkan itu hasilnya yang muncul juga aman, tapi itu masih perlu dikaji lebih lanjut,” katanya.
Menurut Lutfi, hasil penelitian tersebut juga dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan nilai tambah lumpur dan garam Bledug Kuwu. Bahan-bahan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk, tentunya setelah melalui kajian dan pengolahan yang sesuai.
Ia menyebut lumpur berpotensi dikembangkan sebagai bahan scrub atau lulur hingga bahan sabun. Sementara garam dapat dieksplorasi menjadi bahan garam mandi.
“Bagaimana produk dari lumpur, garam itu bisa lebih menarik, nilai tambahnya meningkat. Bisa pariwisata juga, bisa dieksplorasi dari lumpur itu bisa digunakan menjadi bahan scrub, lulur, kemudian garamnya untuk garam mandi,” ujarnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Utia Lil















