GROBOGAN, Beritajateng.id – Kasus penemuan jasad pemilik konter Royal Phone Pusat HP & Aksesoris, Chandra Waskito (25), warga Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggegerkan warga Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Grobogan.
Kronologi penemuan korban bermula ketika dua pria yang diduga terlibat dalam kasus itu terlihat mencurigakan di sekitar lokasi kejadian. Menurut keterangan warga, keduanya tampak kebingungan mencari toilet untuk berganti pakaian yang dipenuhi bercak darah.
Usai berganti pakaian, kedua pria tersebut diduga membakar pakaian yang berlumuran darah di tempat sampah sekitar pukul 07.00 WIB sebelum meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki.
Salah seorang saksi mata, Didik Indrawan, mengaku mulai curiga melihat gerak-gerik kedua pria tersebut. Kecurigaan warga semakin menguat setelah mengetahui adanya mobil yang ditinggalkan di area bangunan kosong.
“Saya melihat mereka seperti kebingungan mencari toilet. Setelah itu mereka membakar pakaian yang ada bercak darahnya di tempat sampah, lalu pergi berjalan kaki,” ujar Didik Indrawan.
Merasa ada kejanggalan, para warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat pada sore harinya. Laporan itu langsung diteruskan kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Gubug bersama Tim Inafis Polres Grobogan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat dilakukan pemeriksaan terhadap mobil yang ditinggalkan, petugas menemukan sesosok mayat pria berada di dalam bagasi. Saat ditemukan, kedua kaki korban dalam keadaan terikat dan wajah tertutup plastik.
Ditemukan Tewas, Mobil Pemilik Royal Phone Semarang Terparkir di Gubug Grobogan
Disisi lain, para karyawan Royal Phone yang berada di di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang menemukan kondisi konter dalam keadaan berantakan dan diduga telah menjadi sasaran tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Kejadian ini pun dilaporkan ke Polsek Ambarawa bersama Satreskrim Polres Semarang.
Perkembangan penyelidikan kemudian mengarah pada Chandra yang diketahui tidak berada di lokasi sejak Kamis dini hari. Pemilik konter itu pun dinyatakan hilang dan dalam pencarian aparat.
Namun, setelah beberapa jam pihak Polres Semarang mendapat laporan bahwa korban ditemukan tewas di dalam mobil pribadinya merek Honda Jazz nopol AD 1398 YJ yang terparkir di sebuah bangunan kosong Desa Trisan, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Berkoordinasi dengan Polres Grobogan, Satreskrim Polres Semarang pun kini melakukan serangkaian penyelidikan, olah TKP, identifikasi korban, serta pengumpulan barang bukti guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, melalui Kasat Reskrim AKP Bodia Teja Lelana pada Jumat, 7 Agustus 2026 menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami hubungan antara peristiwa dugaan pencurian dengan kekerasan di konter Royal Phone dengan penemuan korban di wilayah Kabupaten Grobogan.
“Saat ini seluruh fakta, barang bukti, dan keterangan saksi masih kami kumpulkan. Tim penyidik bekerja secara intensif untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk memastikan apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















