JEPARA, Beritajateng.id – Bupati Witiarso Utomo mengajak ribuan para santri di Kabupaten Jepara untuk terus belajar hingga menguasai ilmu dan teknologi, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai akhlak di tengah perkembangan zaman. Hal ini ia sampaikan dalam momen peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar melalui Kirab 1.000 Santri dalam rangka Gebyar Muharam, Senin, 15 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Bupati Jepara yang akrab disapa Mas Wiwit itu mengatakan para santri merupakan aset berharga yang akan menentukan masa depan daerah maupun bangsa. Menurutnya, seribu santri yang hadir bukan sekadar peserta kegiatan seremonial, melainkan generasi yang kelak akan mengambil peran penting di berbagai bidang kehidupan.
“Dalam diri kalian ada harapan besar untuk masa depan Jepara. Kalian bisa menjadi ulama, pemimpin, guru, pengusaha, maupun profesional yang mengabdikan diri bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa kiprah santri telah terbukti menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan bangsa saat ini, santri dan ulama selalu hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap generasi santri masa kini mampu melanjutkan perjuangan tersebut dengan meningkatkan kapasitas diri, baik dalam bidang keagamaan maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Santri harus mampu menjadi generasi yang unggul. Tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik,” kata Mas Wiwit.
Mas Wiwit menilai pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di lingkungan pondok pesantren menjadi modal penting dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Nilai-nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dinilai sangat relevan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Momentum Tahun Baru Islam, lanjutnya, juga harus dimaknai sebagai ajakan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Semangat hijrah tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Tahun Baru Islam adalah momentum untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Dari malas menjadi rajin, dari pesimis menjadi optimis, dan dari hanya menjadi penonton menjadi generasi yang mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















