JEPARA, Beritajateng.id – Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon dijadwalkan membuka pameran TATAH 2026 di Ruang Pamer Temporer A Museum Nasional Indonesia, besok pada Rabu, 29 April 2026.
Pameran seni ukir berbasis riset sejarah berskala nasional ini akan dibuka untuk umum mulai 30 April hingga 5 Juli 2026. Sejumlah tokoh lainnya dijadwalkan hadir, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat serta Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Mengusung tema Suluk-Sulur-Jepara, pameran kolosal ini merupakan hasil kolaborasi antara HIMKI DPD Jepara Raya, Rumah Kartini, dan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam upaya merawat sekaligus mengangkat identitas kriya kayu nusantara.
Lebih dari sekadar pameran, TATAH 2026 akan menghadirkan perjalanan sejarah panjang seni ukir Jepara. Pengunjung diajak menelusuri perkembangan ukiran dari masa Ratu Shima, pengaruh kosmologi Hindu-Buddha era Kerajaan Majapahit, kejayaan maritim Ratu Kalinyamat, hingga kiprah Raden Ajeng Kartini dalam mengenalkan ukiran Jepara ke Eropa.
Sebanyak 30 karya ikonis akan dipamerkan, mulai dari replika Jung Jepara sebagai simbol kejayaan teknologi maritim, ukiran filosofis Macan Kurung, Kursi Kartini yang sarat nilai historis, hingga Gong Senen yang memiliki makna kultural mendalam.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menyaksikan rekonstruksi brak atau bengkel kerja pengukir, lengkap dengan alat tradisional dan proses kreatif para perajin dalam mengolah kayu jati dari awal hingga menjadi karya bernilai tinggi.
Direktur Pelaksana TATAH 2026, Veronica Rompies, menegaskan bahwa pameran ini merupakan ruang refleksi budaya.
“TATAH adalah pertemuan antara ingatan, manusia, dan karya. Proses panjangnya melahirkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna,” katanya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai pameran ini sebagai momentum kebangkitan kriya kayu nasional.
“Ukiran bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga identitas dan spiritualitas masyarakat Jepara. TATAH 2026 menunjukkan bahwa karya daerah mampu tampil di panggung museum bertaraf internasional,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, menambahkan bahwa pameran ini memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi sekaligus pelestarian budaya.
“Pameran TATAH 2026 tidak hanya menampilkan keindahan karya ukir Jepara, tetapi juga menjadi medium untuk menghidupkan kembali narasi sejarah, nilai, dan identitas budaya bangsa. Kami berharap pameran ini dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap warisan seni ukir sebagai bagian penting dari kebudayaan Indonesia,” ujarnya.
Dengan mengusung makna Suluk-Sulur-Jepara, pameran ini merepresentasikan perjalanan spiritual seniman sekaligus simbol budaya yang terus tumbuh dan menjalar lintas zaman.
Diketahui, pameran terbuka untuk umum dengan jam kunjung Selasa-Kamis pukul 08.00-18.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 08.00-20.00 WIB. Museum akan tutup setiap Senin dan hari besar keagamaan. Harga tiket dibanderol Rp50.000 untuk umum, Rp25.000 bagi pelajar, dan Rp150.000 untuk wisatawan mancanegara.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















