KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang bergerak menangani bencana kekeringan akibat musim kemarau di sejumlah wilayah. Salah satunya di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh.
Camat Suruh, Vega Lazuardi, mengungkap selain mendistribusikan bantuan air bersih (dropping air) secara berkala, Pemkab Semarang juga tengah mengupayakan solusi jangka panjang berupa pembuatan sumur bor di daerah-daerah rawan kekeringan.
Adapun penyaluran air bersih dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, serta dukungan berbagai elemen relawan dan masyarakat.
”Penyaluran air bersih ini akan terus berjalan. Nanti rencana minggu depan akan ada dropping lagi. BPBD Kabupaten Semarang akan turun terus untuk membantu masyarakat,” ujar Vega pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Ia mengatakan proses penanganan kekeringan tersebut juga merupakan instruksi langsung dari Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Ia menegaskan laporan krisis air yang masuk dari masyarakat segera direspons dengan pengiriman armada tangki air ke titik-titik yang membutuhkan, termasuk di Dusun Jagir.
“Hari ini ada pengiriman empat tangki air. Ini perintah langsung dari Pak Bupati Semarang. Karena armada mobil BPBD terbatas hanya ada dua unit, jadi sistemnya bolak-balik. Jadi dua tangki diisi, lalu dikirim, lalu kembali lagi untuk pengisian berikutnya,” jelasnya.
Berdasarkan data Kecamatan Suruh, wilayah di kecamatan itu memiliki tiga desa utama yang teridentifikasi rawan terjadi kekeringan saat musim kemarau tiba.
“Yang pertama jelas di Desa Kedungringin, khususnya di wilayah Dusun Jagir. Lalu Desa Dadapayam ini terdiri dari tiga dusun yang rawan kekeringan. Angka tersebut berkurang dari yang sebelumnya ada delapan dusun di Desa Dadapayam. Kemudian, Desa Sukorejo ini terdiri dari satu dusun yang rawan terjadi kekeringan,” terangnya.
Menurut Vega, penurunan jumlah dusun terdampak kekeringan di Desa Dadapayam terjadi berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, Pemkab Semarang, hingga pemerintah pusat.
Untuk mengatasi permasalahan air bersih secara permanen, ia menuturkan Pemkab Semarang tidak hanya mengandalkan bantuan tangki air harian, tetapi juga merencanakan pembuatan sumur bor yang nantinya dikelola melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Upaya ini diawali dari hasil rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Bupati Semarang untuk menggalang dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan dan lembaga keuangan.
”Pak Bupati Semarang sangat perhatian dengan kondisi masyarakat. Beliau sudah menginstruksikan untuk mengupayakan dana CSR guna memecahkan masalah air bersih ini, termasuk rencana pengeboran sumur secara bertahap,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia menyampaikan Pemkab Semarang juga melakukan ajakan sedekah air dan gerakan bersama untuk menghadapi musim kemarau ini.
“Jadi dari Pemkab Semarang termasuk kami di Kecamatan Suruh juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling peduli dan gotong royong. Imbauan yakni “sedekah air” turut disampaikan melalui mimbar-mimbar keagamaan seperti salat Jumat, dan lainnya,” katanya.
Ia mengaku bersyukur sejumlah komunitas dan organisasi menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam aksi sosial ini. Diantaranya seperti Paguyuban Pasar, PMI, Pramuka, hingga PGRI.
“Kami ingin semua pihak bisa bergotong-royong. Kebutuhan air ini kita bagi bersama wilayah lain yang juga membutuhkan, seperti di Dadapayam dan Desa Sukorejo, yang terpenting adalah tentu masyarakat di Kecamatan Suruh dan wilayah lainnya ini bisa terpenuhi kebutuhan air bersihnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan bahwa Pemkab Semarang akan terus mempercepat penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah daerah-daerah yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Selain mengandalkan anggaran daerah, Pemkab Semarang juga melibatkan sektor swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta bekerja sama dengan TNI dan Polri.
“Kami sudah menyiapkan anggaran untuk membantu dropping air bersih. Saat ini kami juga berkolaborasi dengan TNI, kepolisian, dan BPBD,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















