KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Imbas cuaca ekstrem beberapa hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memberlakukan status Siaga Bencana di wilayah setempat.
Melihat kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro mengatakan pihaknya meningkatkan patroli dan koordinasi.
“Beberapa bencana alam seperti tanah longsor dan puting beliung ini memang sudah terjadi di sejumlah titik akumulasi, artinya sudah diprediksi terjadi, sehingga peringatan sudah kami berikan kepada warga yang ada di beberapa wilayah tersebut untuk selalu berhati-hati dan waspada,” ungkapnya, Minggu, 26 Oktober 2025.
Alex menjelaskan, sampai saat ini beberapa peristiwa bencana alam yang terjadi tidak menimbulkan korban luka, maupun korban jiwa. Hal ini karena mitigasi bencana sudah disiapkan jauh-jauh hari.
“Kami sudah siapkan segalanya jauh-jauh hari di sejumlah titik rawan terjadi bencana itu, sehingga meminimalisir adanya korban luka hingga korban jiwa,” tegasnya.
Status Siaga Bencana ini, kata dia, akan diberlakukan hingga 31 Oktober 2025.
“Jadi, Surat Keputusan soal penerapan waspada bencana di fenomena alam hidro kering ini akan selesai di tanggal 31 Oktober 2025 ini, namun kami sudah siapkan SK untuk hidro basah, siaga darat hidro basah kita mulai per 1 November 2025,” kata Alex.
Selain itu, pihaknya sudah memetakan jenis bencana alam di beberapa wilayah yang dinilai rawan bencana.
“Contohnya di Kecamatan Suruh, Kaliwungu itu ada potensi rawan terjadi bencana angin puting beliung, lalu Kecamatan Banyubiru, Tuntang itu kami petakan rawan terjadi banjir karena luapan air dari Danau Rawa Pening,” bebernya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















