KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Harga telur ayam ras di Kabupaten Semarang mengalami kenaikan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Saat ini harga komoditas tersebut mencapai Rp29-30 ribu per kilogram.
Untuk mengatasi harga telur yang mulai naik, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Jawa Tengah mengadakan Gelar Pangan Berkualitas di Kompleks Terpadu Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
“Kegiatan Gelar Pangan Berkualitas ini sengaja kami gelar untuk bisa dapat menjaga kestabilan harga dan membantu ketahanan pangan masyarakat,” jelas Kepala Disnak Keswan Provinsi Jateng, Supriyanto, Jumat, 5 Desember 2025.
Dalam kegiatan itu, ia menyebut telur ayam ras di jual dengan harga di bawah dari pasaran yakni Rp25 ribu per kilogram. Ia berharap langkah ini bisa membantu menjaga kestabilan harga pangan.
“Kami bersyukur banyak warga yang memanfaatkan kegiatan kami ini, sehingga semoga tujuan untuk dapat menjaga kestabilan harga pangan ini bisa terealisasi,” harapnya.
Ia menegaskan kegiatan ini bekerjasama dengan para pedagang yang telah bersertifikat resmi, sehingga telur yang dijual kepada masyarakat terjamin kualitasnya.
“Jelas produk telur ini langsung bersumber dari teman-teman pedagang yang sudah ber NKV (Nomor Kontrol Veteriner) baik di tempat usahanya maupun di kandangnya, sehingga pangannya sudah terawasi oleh kami,” tegasnya.
Selain itu, Supriyanto mengatakan dalam Gelar Pangan Berkualitas ini, pihaknya sekaligus mengadakan kastrasi atau sterilisasi serta vaksin rabies untuk hewan peliharaan.
Salah satu pembeli, Ning mengaku merasa terbantu dengan harga telur ayam yang dijual lebih murah di Gelar Pangan Berkualitas tersebut.
“Kebetulan stok telur ayam saya habis dan ada tetangga yang nge-share ada telur yang dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Terus saya langsung kesini dan Alhamdulillah harganya bisa lebih terjangkau,” beber Ning.
Ia mengatakan harga telur saat ini nyaris menyentuh angka Rp30 ribu per kilogram.
“Ini saya beli dengan harga Rp25 ribu per kilo, padahal kalau di pasar itu sampai Rp29 ribu bahkan Rp30 ribu untuk per kilogramnya,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















