KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Pedagang ternak di Pasar Hewan Ambarawa mengeluhkan sepinya pembeli. Padahal Hari Raya Iduladha kini semakin dekat yang diperkirakan jatuh pada tanggal 27 Mei 2026.
Salah satu pedagang, Slamet Riyadi (69) asal Gunungpati, Kota Semarang mengaku hewan kurban jenis sapi yang dia jual belum laku sama sekali hingga Minggu, 16 Mei 2026.
“Sekarang ini sepi, pembeli itu justru lebih ramai di tahun lalu. Sama-sama menjelang satu mingguan Iduladha, kalau dibandingkan dengan tahun kemarin memang penjualan ramai tahun kemarin, yang sekarang ini lebih sepi,” ungkapnya.
Menurutnya penyebab sepinya penjualan hewan kurban di Pasar Hewan Ambarawa ini karena pembeli justru lebih suka membeli langsung di kandang peternakan.
“Mereka sekarang senang beli langsung di kandang peternakan, jadi bisa pilih-pilih sesuka hati karena di kandang memang pilihannya jauh lebih banyak karena langsung ke peternak. Jadi akhirnya transaksi di pasar jadi sepi,” bebernya.
Selain itu, ia menuturkan faktor ekonomi yang saat ini tidak menentu juga mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap hewan kurban.
“Ditambah lagi, sekarang ini harga hewan kurban naik dibandingkan tahun sebelumnya, dan cukup lumayan tinggi kenaikannya. Kalau dari kami pedagang dan peternak harga sekarang ini cukup lumayan,” sambung Slamet.
Untuk sapi, Slamet mengungkap harganya berada di kisaran Rp25 juta per ekor.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskeswan, Pasar Hewan, dan RPH Kabupaten Semarang, Muhammad Hidayat mengatakan, tiga pasaran pon terakhir mulai diramaikan para pedagang ternak dengan membawa hewan-hewan ternak masing-masing.
“Kisarannya ada mencapai 300-an ekor sapi yang masuk ke Pasar Pon, dengan jumlah transaksi mencapai 100-an,” ujarnya.
Dia memperkirakan kenaikan transaksi akan terjadi di dua pasaran pon terakhir jelang Iduladha, yakni di tanggal 21 dan 26 Mei 2026 mendatang.
“Nanti puncaknya di 26 Mei 2026, kalau pembeli banyak dan sapi sedikit, tentu harga akan naik, dan begitu pula sebaliknya, kalau pembeli sedikit dan sapi banyak, harga akan turun,” terang dia kembali.
Hidayat menambahkan, sapi yang masuk ke Pasar Pon Kabupaten Semarang ini selain dari peternak lokal Kabupaten Semarang, juga ada yang berasal dari berbagai kota lainnya.
“Yaitu dari Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Magelang, dan daerah lainnya. Karena itu, untuk memastikan sapi yang masuk dalam kondisi sehat, setiap pasaran pon ada petugas medis yang bertugas, satu dokter dan empat paramedis yang berjaga memeriksa setiap hewan yang masuk,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















