KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berencana meningkatkan hasil panen di tahun 2026. Untuk mencapai hal itu, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) menargetkan penambahan Luas Tambah Tanam (LTT) mencapai 200 hektar.
“Target tersebut kami sesuaikan dengan adanya arah kebijakan dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan indeks produksi pertanian di daerah,” ujar Kepala Dispertanikap Semarang, Moh. Edy Sukarno.
Menurutnya penambahan LTT itu menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan sekaligus menjaga angka capaian produksi hasil pertanian tahun lalu sebanyak 243.701 ton untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan 204.708 ton untuk Gabah Kering Giling (GKG).
“Meski sebenarnya tantangannya luar biasa berat sekali di sektor pertanian ini, karena di sisi lain saat ini organisme pengganggu tanaman itu cukup masif, karena adanya ekologi yang semakin rusak,” tegasnya.
Pihaknya juga akan menggandeng organisasi masyarakat (ormas) khususnya Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Semarang untuk merealisasikan target tersebut.
“Untuk kembali sadar bertani dengan cara bertani, khususnya pertanian organik itu kita butuh jejaring, sehingga kami akan menggandeng NU,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya akan melakukan Gerakan Pengendalian Hama (Gerdal) yang direncanakan digelar dua kali dalam setahun untuk meningkatkan hasil produktivitas panen.
“Upaya pengendalian hama ini akan kami lakukan terjadwal, Insya Allah setahun dua kali kami melakukan Gardal itu di setiap musim tanam yaitu di bulan Oktober hingga Maret,” sebutnya.
Edy mengungkap Bupati Semarang juga konsisten untuk meningkatkan indeks produksi hasil panen dengan mendorong sistem pertanian semi organik.
“Makanya di tahun 2026 ini kita sudah ada bantuan untuk petani yaitu pupuk organik serta benih padi genjah yang memiliki masa panen lebih cepat. Dan bibit genjah ini bisa dipanen di usia sekitar 85 hari dari yang biasanya 120 hari,” katanya.
Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengungkap luasan tanam sawah mencapai 19.500 hektare pada 2025. Ia berharap dengan penambahan LTT dan berbagai strategi lainnya mampu meningkatkan hasil panen tahun ini.
Upaya meningkatkan hasil panen ini, kata dia, bertujuan mendorong kemandirian pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Kami akan berupaya maksimal meningkatkan produktivitas hasil pertanian kita, sehingga akan dapat menjaga swasembada pangan di Kabupaten Semarang, bahkan bisa membantu meningkatkan swasembada pangan di Provinsi Jawa Tengah dan nasional,” terangnya, Minggu, 22 Februari 2026.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















