SEMARANG, Beritajateng.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan mundur pada sekitar bulan November 2026. Namun, hujan tersebut diperkirakan belum merata untuk seluruh wilayah di Jawa Tengah.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, mengatakan meski begitu sebagian wilayah kemungkinan justru memasuki musim hujan pada bulan Desember 2026.
“Yang terjadi pada dasarian I November yaitu di Kabupaten Wonosobo, sebagian Banjarnegara, sebagian Temanggung, Purbalingga, sebagian Tegal, Brebes, serta sebagian wilayah selatan, dan Banyumas. Sementara untuk wilayah Pegunungan Tengah yang lain (memasuki musim hujan) dasarian II dan III November. Dan wilayah lainnya dasarian I dan II Desember,” katanya, Senin, 12 Oktober 2026.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah juga mengungkapkan jika dibandingkan pada tahun 1991-2020, awal musim hujan tahun ini di seluruh wilayah Jateng diprediksi mengalami kemunduran.
“Sebanyak 87 persen wilayah mengalami kemunduran awal musim hujan hingga tiga dasarian atau lebih. Jika dibandingkan dengan normalnya, untuk wilayah-wilayah umumnya mundur satu sampai dua dasarian. Namun, yang paling banyak itu lebih dari tiga dasarian,” jelasnya.
BMKG juga memprediksi sifat hujan selama musim hujan nantinya berada di kategori normal. Kendati demikian, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal.
“Beberapa wilayah ada yang sifatnya di bawah normal terutama di sebagian Pantura Timur sisi utara, artinya curah hujannya lebih kecil dari biasanya. Itu mulai dari Kabupaten Jepara, sebagian kecil wilayah Cilacap, sebagian wilayah Demak utara yang berbatasan dengan Jepara, dan Pati,” terangnya.
Ia menjelaskan, durasi musim hujan di Jateng ini diprediksi berlangsung sekitar 7-8 bulan. BMKG juga memperkirakan, durasi musim hujan di seluruh wilayah Jateng lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
“Dengan kemunduran durasi satu hingga tiga dasarian atau lebih pada 97 persen wilayah,” ungkapnya.
Dengan prediksi potensi musim hujan memunculkan cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat tiba-tiba, dirinya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan musim.
“Untuk masyarakat Kota Semarang dan Jawa Tengah, di masa peralihan itu berpotensi terjadi cuaca ekstrem, mohon diantisipasi. Kemudian untuk wilayah yang rentan terhadap potensi kebencanaan, mohon diwaspadai. Bisa diantisipasi sekarang untuk saluran air yang macet atau got untuk mengurangi dampak yang bisa ditimbulkan saat hujan lebat,” imbuhnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul/Lingkar Network
Editor: Utia Lil















