KENDAL, Beritajateng.id – Bupati Dyah Kartika Permanasari mengungkap akan menunjuk Desa Kebongembong di Kecamatan Pageruyung sebagai demonstration plol (demplot) atau lahan percontohan perkebunan durian di Kendal.
Rencana ini ia ungkapkan saat menghadiri acara Festival Durian Desa Kebongembong pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Tahun depan Desa Kebongembong akan kami tetapkan sebagai demplot perkebunan durian,” ujar Bupati Tika, sapaan akrabnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa Kabupaten Kendal memiliki potensi durian asli dari daerah sendiri yang luar biasa dan tidak kalah dari wilayah lain.
“Di Kebun Gembong dan juga di desa-desa lain di Kendal ini banyak sekali durian yang kualitasnya tidak kalah dengan Kabupaten lain,” ucapnya.
Ia berpesan agar potensi unggulan yaitu durian di Desa Kebongembong ini terus dikembangkan dan dibudidayakan dengan optimal.
Melalui festival durian ini, ia berharap agar potensi dan branding durian asli Kabupaten Kendal itu bisa terus meningkat.
“Durian Kabupaten Kendal ini kualitasnya juga sudah tidak diragukan lagi. Dan potensi yang besar ini apabila kita kelola secara baik. InsyaAllah branding durian lokal Kendal nantinya akan dikenal lebih luas,” harapnya.
Sementara Kepala Desa Kebongembong, M. Fachrurrozi As’ary, mengatakan festival durian itu merupakan agenda tahunan desa sebagai upaya mengangkat potensi pertanian lokal, khususnya durian.
Selain itu, ia mengungkap festival tersebut sekaligus bertujuan untuk mendorong pengembangan desa berbasis agro wisata.
“Festival tahun ini diawali dengan kirab budaya yang melibatkan masyarakat setempat, kemudian dilanjutkan dengan lomba tumpeng dan lomba durian tingkat kabupaten. Tahun ini kami mengusung tema Desa Agro Wisata Kebongembong sebagai upaya mengenalkan dan mengembangkan potensi durian lokal,” ujarnya.
Pada pelaksanaan festival tahun ini, ia mengungkap ada 40 peserta lomba durian, yang terdiri dari 30 peserta durian lokal dan 10 peserta durian premium.
“Festival ini juga menjadi ajang lomba durian tingkat kabupaten. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Kendal, diantaranya dari Kecamatan Boja, Sukorejo, Plantungan, hingga Singorojo. Setiap peserta diwajibkan menyertakan bukti dari pemerintah desa setempat untuk memastikan bahwa durian yang dilombakan benar-benar ditanam dan berasal dari wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Melalui Festival Durian Kebongembong, pemerintah desa berharap potensi durian lokal Kendal semakin dikenal luas, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan sektor pariwisata berbasis pertanian.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















