PEKALONGAN, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mulai bersiap untuk melakukan pembangunan Sekolah Rakyat. Salah satunya dengan menyiapkan lahan untuk pendirian sekolah tersebut.
Plt Bupati Sukirman menuturkan pembangunan fisik untuk gedung Sekolah Rakyat itu akan dimulai sekitar awal 2027. Di tahun yang sama pihaknya juga menargekan operasional Sekolah Rakyat itu.
“Insyaallah awal tahun itu sudah mulai operasional pembangunan. Harapannya, tahun ajaran baru di tahun 2027 kita sudah mempunyai Sekolah Rakyat. Itu termasuk manajemennya sudah kita tata dan seterusnya, mana yang bisa masuk ke sekolah itu dan seterusnya,” ujarnya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Terkait lokasi, Sukirman menyebut rencana pembangunan berada di Kecamatan Kedungwuni, tepatnya di bekas pasar darurat wilayah Desa Wayangan. Lokasi tersebut membutuhkan lahan dengan luasan cukup besar, sekitar 8 hektar.
“Di Kecamatan Kedungwuni, di bekas Pasar darurat, karena membutuhkan luasan yang cukup lumayan, sekitar 8 hektare,” ujarnya.
Sukirman menjelaskan, Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai fasilitas. Karena itu, penerimaan siswa akan dilakukan secara selektif dengan sasaran masyarakat pada kelompok desil 1, serta maksimal desil 2 dan 3.
“Karena fasilitasnya lengkap, kita akan selektif untuk masyarakat di desil 1, maksimal di desil 2 dan 3. Ya, gitu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo. Untuk Kabupaten Pekalongan, Plt Bupati menyambut baik program tersebut.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat nantinya mencakup tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang direncanakan memiliki tiga rombongan belajar.
“Untuk sekolah kita nanti ada tiga jenjang pendidikan, dari SD, SMP, kemudian SMA, yang masing-masing tiga rombel. Kalau ditotal berarti sekitar 1.080 anak,” ujarnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Utia Lil















