KENDAL, Beritajateng.id – Bupati Dyah Kartika Permanasari turut hadir dalam kemeriahan puncak Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT). Kegiatan itu digelar di halaman Stadion Utama Kebondalem, Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia menuturkan kemeriahan BBKT bukan menjadi satu-satunya hal yang penting. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, pengabdian, serta keberadaan pemuda di tengah masyarakat.
“Namun bagi saya, yang paling penting bukan hanya kemeriahannya. Yang lebih penting adalah semangat kebersamaan yang ada di dalamnya,” katanya.
Bupati Tika, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Karang Taruna pada hakikatnya bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan wadah bagi anak-anak muda untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena Karang Taruna pada hakikatnya bukan hanya tentang organisasi. Karang Taruna adalah tentang kepedulian, kebersamaan, pengabdian, dan Karang Taruna adalah tentang anak-anak muda yang mau hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap pemuda Karang Taruna dapat terus hadir dalam pengabdian ke masyarakat. Menurutnya para pemuda dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial maupun lingkungan di masyarakat.
“Ketika ada potensi yang belum berkembang, pemuda ikut menggerakkan. Itulah Karang Taruna yang saya harapkan,” tambahnya.
Setelah pelaksanaan BBKT 2026, Bupati Tika juga menyampaikan harapan agar Karang Taruna Kendal semakin kuat dalam program, kaderisasi, inovasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mari kita bersama-sama membangun Kendal. Pemerintah bergerak, masyarakat bergerak, dan pemuda juga harus bergerak,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, mengatakan puncak BBKT 2026 menjadi wadah bagi para pemuda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus berkontribusi di berbagai bidang.
“Kegiatan hari ini ada banyak banget. Puncak BBKT 2026 kita gelar dari pagi hingga malam. Ada senam bersama, bazar UMKM, festival komunitas, stand up comedy, pertunjukan band indie, hingga penampilan Asoka Jaya Nusantara,” ujar Nattaya.
Tidak hanya hiburan, ia menuturkan kegiatan tersebut juga menampilkan seni dan budaya lokal. Di antaranya pertunjukan barongan dan kuda lumping yang melibatkan empat grup kesenian, yang sebelumnya menjadi pemenang dalam Karta Festival.
“Kita juga ada penampilan seni budaya barongan dan kuda lumping. Ada empat grup kesenian, dimana mereka merupakan pemenang di Karta Festival. Lalu puncaknya ada penampilan Asoka Jaya Nusantara,” jelasnya.
Nattaya menambahkan, rangkaian BBKT 2026 sebelumnya telah diisi dengan sejumlah kegiatan, seperti Karang Taruna Goes To School dan Karta Menanam. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Karang Taruna untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jadi semuanya ada. Ekonominya ada, seni budayanya ada, olahraga juga ada, pendidikan ada, lingkungan ada. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Karang Taruna dan merasa terbantu,” tegasnya.
Nattaya mengajak seluruh pemuda dan Karang Taruna di Kabupaten Kendal untuk bersama-sama mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Kami mengajak seluruh pemuda dan Karang Taruna di Kabupaten Kendal. Ayo kita bersama-sama membangun Kendal. Karena masa depan negara kita ada di tangan generasi muda,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Albertus Hendri Setyawan, mengatakan Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Sosial memfasilitasi pelaksanaan BBKT 2026 sebagai ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemuda.
Ia menilai, keterlibatan Karang Taruna dalam berbagai kegiatan menunjukkan bahwa pemuda memiliki potensi yang besar untuk memberikan kontribusi di berbagai bidang.
“Ternyata pemuda memiliki potensi yang luar biasa. Kegiatan ini menjadi tonggak awal. Terlebih di bawah komando Mbak Nattaya, Karang Taruna bisa bangkit dan berperan aktif dalam rangka mendukung Kendal Berdikari,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Utia Lil















