KENDAL, Beritajateng.id – Seorang lansia yang merupakan warga Desa Kumpulrejo RT 02 RW 03, Kecamatan Patebon, berinisial K (73) dilaporkan hilang usai diduga tenggelam di Sungai Bodri pada Minggu, 10 Mei 2026 kemarin.
Saat ini tim BPBD Kendal tengah melakukan pencarian terhadap lansia yang diketahui berprofesi sebagai petani itu, Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah, menuturkan pencarian dipusatkan di posko lokasi Laporan Kejadian Penting (LKP) Desa Kumpulrejo.
Pencarian melibatkan petugas BPBD Kabupaten Kendal, Polsek Patebon, Satpolairud, Damkar Kendal, PMI, LPBI NU, Orari, Sar ARNAVAT Polres Kendal, Pemerintah Desa Kumpulrejo, serta warga setempat.
“Penyisiran dilakukan mulai dari titik LKP ke utara menggunakan 2 perahu BPBD, 1 perahu Basarnas. Selain itu petugas juga akan sisir dari LKP,” terang Huda, Senin 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan laporan hilangnya K diterima BPBD Kendal pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 15.23 WIB dari Kepala Desa Kumpulrejo. Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai petani dan pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB pergi ke ladang di tanggul Sungai Bodri untuk bercocok tanam.
“Namun hingga waktu dzuhur, korban tidak kunjung pulang ke rumah seperti biasanya. Anak korban bersama warga kemudian berusaha mencari ke area ladang dan tanggul sungai, namun korban tidak ditemukan,” katanya.
Setelah sampai di lokasi, warga hanya menemukan bibit tanaman serta sabit milik korban yang tertinggal di ladang. Keluarga bersama masyarakat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya masih nihil sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan diteruskan ke instansi terkait.
“Tim gabungan langsung melakukan upaya pencarian dengan menyisir Sungai Bodri menggunakan perahu dari lokasi kejadian perkara hingga jembatan gantung. Selain itu, penyisiran juga dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri tanggul sejauh kurang lebih 150 meter dari titik awal korban diduga hilang,” imbuhnya.
Pencarian turut dilakukan warga menggunakan peralatan manual. Namun proses pencarian terkendala minimnya keterangan saksi dan kondisi penerangan yang terbatas menjelang malam hari.
“Karena hingga pukul 18.00 WIB, korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin ini,” ungkapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















