KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui Pelatihan Pendampingan Pencegahan dan Penanganan Perundungan Jenjang SMP yang digelar Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti Guru Pendamping Khusus (GPK) atau Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam mengenali, mencegah, sekaligus menangani kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.
Sejumlah narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Farida Widyawati dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah dan psikolog Putri Marlenny dari Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kendal, Sobirin, mengatakan pelatihan tersebut penting karena kasus bullying masih ditemukan di berbagai lingkungan pendidikan.
“Kasus perundungan ini marak terjadi di berbagai tempat. Kita bisa melihat banyak tayangan di media sosial terkait kasus tersebut. Karena itu, sekolah harus memiliki kemampuan untuk melakukan pencegahan dan penanganan sejak dini,” ujar Sobirin.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama pelatihan adalah membekali guru agar mampu melakukan deteksi dini terhadap siswa yang berpotensi menjadi korban maupun pelaku bullying.
Dengan kemampuan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya bertindak setelah terjadi kasus, tetapi juga mampu mengenali perubahan perilaku siswa yang dapat menjadi tanda awal munculnya persoalan.
“Deteksi dini sangat penting. Jangan sampai sekolah baru bertindak ketika masalah sudah besar. Guru harus mampu melihat kondisi anak dan melakukan langkah yang tepat,” lanjutnya.
Sementara itu, Nugroho, Guru BK SMPN 1 Kaliwungu, menilai pelatihan tersebut sangat dibutuhkan oleh para guru. Menurutnya, guru tidak cukup hanya memahami persoalan pendidikan, tetapi juga perlu memiliki bekal ilmu psikologi dalam menghadapi berbagai karakter dan persoalan siswa.
“Pelatihan seperti ini sangat diperlukan karena guru perlu dibekali ilmu psikologi. Dengan begitu, ketika ada kasus bullying, guru bisa menangani dengan tepat dan tidak salah dalam mengambil tindakan,” ungkapnya.
Nugroho menambahkan, pemahaman yang baik juga dapat membantu guru melakukan antisipasi sebelum perundungan terjadi. Sebab, pendekatan yang tepat kepada siswa dinilai dapat mencegah persoalan berkembang menjadi lebih serius.
Melalui kegiatan tersebut, Disdikbud Kendal berharap para guru BK dan GPK dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Upaya pencegahan pun diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, guru, siswa, dan orang tua. (ADV)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















