KENDAL, Beritajateng.id – Program Kapas Gula (Komunitas Pembelajar Berkelanjutan Guru dan Tenaga Kependidikan) yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal hadir sebagai gerakan untuk membangun budaya belajar di kalangan guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia pendidikan yang terus berubah.
Implementasi Kapas Gula dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yakni asesmen awal kompetensi, penyusunan rencana tindak lanjut (RTL), pelaksanaan RTL, serta refleksi dan evaluasi. Melalui tahapan tersebut, guru didorong menjadi pelaku utama dalam proses pengembangan dirinya, bukan hanya sebagai peserta pelatihan semata.
Kepala Disdikbud Kendal, Ferinando Rad Bonay, menjelaskan Kapas Gula dirancang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran profesional yang berkelanjutan di setiap satuan pendidikan.
“Dalam program ini, guru diberi ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensinya sendiri, menyusun langkah perbaikan, hingga melakukan refleksi terhadap hasil yang telah dicapai,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari peran strategis kepala sekolah dan pengawas. Kepala sekolah bertugas memastikan seluruh guru mengikuti program secara optimal, sedangkan pengawas berperan sebagai pendamping, pemantau, sekaligus fasilitator dalam penyediaan modul pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru.
“Sinergi antara guru, kepala sekolah, dan pengawas menjadi pondasi penting dalam membangun budaya belajar yang kuat di lingkungan sekolah,” lanjutnya.
Ferinando menegaskan, Kapas Gula bukan hanya program administratif yang berorientasi pada pemenuhan dokumen atau laporan. Lebih dari itu, program ini merupakan gerakan perubahan budaya belajar guru yang menekankan pentingnya refleksi, kolaborasi, dan berbagi praktik baik.
“Dan budaya tersebut diharapkan tumbuh melalui berbagai wadah pembelajaran seperti komunitas belajar, In House Training (IHT), maupun forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S),” tandasnya.
Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kendal, Supardi berharap program ini mampu melahirkan guru-guru yang memiliki kompetensi profesional yang kuat, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan pendidikan masa depan, serta mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas.
“Dengan inovasi Kapas Gula, kami berkomitmen untuk terus memperkuat mutu pendidikan. Sebab pendidikan yang unggul tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses belajar yang berkelanjutan, kolaborasi yang kuat, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan,” tambah Supardi.
Menurutnya, ketika guru terus bertumbuh dan berkembang, kualitas pendidikan akan meningkat sehingga Kendal akan semakin siap mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, serta berdaya saing di masa depan.
“Sebagaimana semangat yang terus dihidupkan dalam program ini, guru hebat terlahir dari proses belajar yang tidak pernah berhenti,” pungkasnya. (ADV)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















