KENDAL, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan program Nature Based Solutions (NBS) Agroforestry yang diinisiasi Duta Petani Milenial. Program tersebut dinilai mampu menjadi solusi dalam pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dukungan ini disampaikan Kepala DPP Kendal Pandu Rapriat Rogojati saat mendampingi Bupati Dyah Kartika Permanasari dan Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto saat meninjau kick off di Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kamis, 30 Juli 2026.
Pandu menuturkan konsep NBS-Agroforestry merupakan pendekatan terpadu yang menggabungkan penanaman pohon bernilai ekonomi, mitigasi emisi karbon, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan perhutanan sosial.
“Sebetulnya ini menyangkut dampak lingkungan, yaitu emisi karbon yang luar biasa, baik dari kendaraan bermotor, penggunaan pupuk, maupun sumber lainnya. Karena itu perlu langkah nyata melalui penanaman pohon untuk membantu menetralisir emisi karbon tersebut,” ujarnya.
Dalam program ini, Pandu mengungkap Kementan akan mengembangkan kopi di lahan 350 hektar sebagai bagian upaya peningkatan produktivitas berbagai komoditas perkebunan. Hasilnya nanti akan didukung melalui program hilirisasi di industri yang sudah ada maupun yang akan dibangun sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.
“Kami terima kasih sekali kepada Dirjen Perkebunan dan Duta Petani Milenial. Kita juga di kasih bibit kopi ada robusta dan arabica juga,” lanjutnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, menilai Kabupaten Kendal memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan tersebut.
“Untuk tanaman kopi, kami telah menyiapkan bantuan pengembangan seluas 350 hektar, terdiri dari 300 hektar kopi arabika dan 50 hektar kopi robusta. Selain itu, pengembangan tebu seluas 50 hektar juga sudah berjalan dan kami harapkan dapat terus diperluas melalui sosialisasi kepada para petani tebu. Apalagi pabrik gula lokasinya juga tidak jauh dari sini,” jelas Heru.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan para petani mampu mempercepat pengembangan komoditas perkebunan di Kendal.
“Ujungnya nanti adalah kesejahteraan petani. Dengan produktivitas yang meningkat dan didukung hilirisasi, nilai ekonomi hasil perkebunan juga akan semakin baik,” pungkasnya. (ADV)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















