KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal menyambut kedatangan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) di Dukuh Saren, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kamis, 30 Juli 2026.
Kepala DPP Pandu Rapriat Rogojati, yang mendampingi Bupati Dyah Kartika Permanasari, menuturkan kunjungan Kementan RI bertujuan memastikan langkah antisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian berjalan lancar.
Pandu mengatakan bantuan berupa program irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, hingga pompa air dari Kementan RI menjadi solusi penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian yang rawan kekeringan.
“Ketika terjadi kekeringan maupun wilayah rawan kekeringan, bantuan tersebut langsung kami plot ke daerah yang memiliki potensi tinggi mengalami kekeringan dan berisiko puso atau gagal panen,” ujarnya.
Ia mengatakan ada sekitar 200 hektar lahan sawah di Kendal yang berpotensi terdampak kekeringan. Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi sejak jauh hari melalui inventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana pertanian.
“Semuanya sudah kami antisipasi sejak awal dengan berbagai peralatan yang telah kami inventarisasi sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam kunjungan tersebut Dirjen PSP Kementan meminta Pemerintah Kabupaten Kendal untuk kembali menginventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana pertanian yang masih diperlukan agar dapat diusulkan.
“Tadi Pak Dirjen juga meminta kami menginventarisir berbagai kebutuhan prasarana dan sarana pertanian di Kendal untuk kemudian diusulkan melalui Ditjen PSP Kementerian Pertanian,” ungkap Pandu.
Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menyampaikan kunjungan dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi kekeringan dan pengamanan produksi pangan.
Dalam kunjungan itu, ia mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menyerahkan bantuan kepada petani berupa tiga unit traktor roda empat, tujuh unit traktor roda dua, serta 17 unit pompa air.
“Dengan itu, semuanya kini sudah operasional. Lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun kini dapat ditingkatkan karena memanfaatkan air dari Sungai Avur melalui sistem perpompaan dan gravitasi,” ungkapnya.
Ia optimistis Kabupaten Kendal maupun wilayah Jawa Tengah mampu menghadapi ancaman musim kemarau meski dipengaruhi fenomena El Nino.
“Karena masih ada sumber air dari sungai, waduk, hingga air tanah masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan irigasi,” lanjutnya.
Bupati Dyah Kartika Permanasari, menuturkan bantuan pertanian dapat peningkatan indeks pertanaman (IP) di Kendal, terutama untuk sawah tadah hujan.
“Sebelumnya lahan di sini hanya IP1, sekarang menjadi IP2 dan kami berharap kedepan bisa meningkat menjadi IP3 sehingga semakin memperkuat swasembada pangan,” ujar Bupati. (ADV)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















