KENDAL, Beritajateng.id – Sebanyak 70 lebih sekolah di Kabupaten Kendal terdampak bencana banjir mulai dari TK, SD, hingga SMP. Dengan kondisi tersebut, pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi daring dan ada beberapa yang diliburkan.
Sejumlah sekolah di Kabupaten Kendal terpaksa mengalihkan sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring lantaran banjir yang menggenangi sekolah masih belum surut.
Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal mencatat setidaknya ada 70 lebih sekolah yang terdampak banjir yang diakibatkan hujan deras sejak beberapa hari lalu.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, sekolah yang kebanjiran itu meliputi 16 SD di Kecamatan Kendal, 14 SD di Kecamatan Brangsong, 6 SD di Kecamatan Rowosari. Sementara untuk jenjang Paud ada sekitar 26 TK dan 12 SMP di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal.
Sekretaris Disdikbud Kendal, Sulardi, mengatakan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kendal ini membuat aktivitas beberapa sekolah sempat terganggu.
“Sejak Sabtu kemarin ada beberapa sekolah yang libur karena sekolahnya terdampak banjir. Dan sampai hari ini juga masih ada beberapa sekolah yang masih terdampak banjir dan diprediksi akan menerapkan pembelajaran daring sampai hari Rabu,” terang Sulardi, Senin, 19 Januari 2026.
Dia menyebutkan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait kerusakan bangunan.
“Dan hari ini ada beberapa sekolah yang minta bantuan Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk pembersihan ruang kelas,” terangnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Pegulon Kendal, Kholifah, menjelaskan banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi SD tersebut sejak Sabtu, 17 Januari 2026 kemarin. Pihaknya hingga saat ini masih meliburkan pembelajaran tatap muka lantaran kondisi yang belum memungkinkan.
“Biasanya tidak pernah banjir sampai masuk kelas, tapi sekarang ini paling parah. Alhamdulillah semua barang-barang dan dokumen sudah kita taruh ditempat yang tinggi jadi aman dari banjir,” terangnya.
Untuk mengurangi genangan di sekolah, pihaknya melakukan penyedotan secara mandiri menggunakan pompa air.
“Dari hari Sabtu sampai hari ini kita sudah bersihkan. Kita pinjam alat kita sedot mandiri, tapi kita juga sudah minta bantuan tim Damkar untuk melakukan pembersihan. Nanti kalau sudah surut dan tidak membahayakan kemungkinan besok anak-anak akan masuk sekolah seperti biasa,” katanya.
Disisi lain, petugas Damkar Kendal, Aput Eka Wartana, mengatakan pihaknya bersama BPBD Kendal melaksanakan penyemprotan dan pembersihan di beberapa sekolah terdampak banjir
“Dari pagi tadi sementara kita terima permintaan dari tiga sekolah yang terdampak banjir yaitu SMPN 1 Kendal, SDN Langenharjo dan SDN Patukangan. Untuk kantor kita belum menerima permintaan, tapi kita utamakan yang pelayanan publik,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















