PEKALONGAN, Beritajateng.id – Warga Dukuh Babatan dan Tuguhrejo di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, dievakuasi pada Kamis, 5 Februari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Evakuasi dilakukan lantaran Sungai Sragi meluap dan mulai membanjiri permukiman warga.
“Pagi buta sekitar pukul empat pagi kami mulai melakukan evakuasi warga dari Dukuh Babatan dan Tuguhrejo karena air sudah masuk ke rumah-rumah warga,” kata Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, Kamis, 5 Februari 2026.
Diketahui, luapan air dari Sungai Sragi yang memicu banjir ini diakibatkan hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak Rabu malam, 4 Februari 2026.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 79 warga dievakuasi dan ditempatkan di Posko PT Lokatex Pait. Selain itu, 14 warga lainnya ditampung di Posko Kecamatan Siwalan, sementara 36 warga ditempatkan di Posko UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Siwalan. Sehingga total warga yang telah dievakuasi ke posko pengungsian mencapai 129 orang.
“Sementara di Dukuh Grabyak, puluhan warga memilih melakukan pengungsian secara mandiri dengan menumpang di rumah kerabat atau warga setempat yang dinilai lebih aman,” jelas Turkhan.
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Sragi dan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, Tagana dan SAR, pemadam kebakaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, serta Pemerintah Desa Pait. Hingga Kamis siang, evakuasi dari Dukuh Babatan masih terus berlangsung karena debit air belum sepenuhnya surut.
AKP Turkhan memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Aparat gabungan masih disiagakan di lokasi untuk membantu warga terdampak serta memantau perkembangan kondisi air.
“Tidak ada korban jiwa. Evakuasi masih berjalan dan kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















