KENDAL, Beritajateng.id – Bupati Dyah Kartika Permanasari bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Balai Ternak Baznas bernama Rejoagung Farm, Selasa, 9 Juni 2026. Peternakan ini berlokasi di Desa Kalirejo, Kecamatan Kangkung, Kendal.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Mbak Tika itu mengapresiasi upaya Baznas RI dalam memberdayakan masyarakat melalui usaha peternakan. Menurutnya upaya ini juga sekaligus mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan mustahik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas RI dan kabupaten, karena program balai ternak yang ada di Desa Kalirejo ini tentunya sangat memberikan kemanfaatan untuk semua,” ujarnya.
Mbak Tika berharap balai ternak yang dikelola para mustahik dengan berkolaborasi bersama BUMDes Kalirejo ini dapat dikelola dengan baik dan dapat berkembang pesat.
“Kami Pemkab Kendal juga akan melakukan pendampingan, monitoring balai ternak Baznas yang ada di Kabupaten Kendal. Alhamdulillah yang di Desa Bringinsari juga sudah melebarkan bisnis usahanya melalui pupuk,” harapnya.
“Kami harap balai ternak di Kalirejo ini juga bukan hanya ternak kambing saja, tetapi nantinya dapat berkembang. Termasuk pemanfaatan kohenya (kotoran hewan),” sambung Bupati Kendal.
Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum menerangkan, Balai Ternak Baznas adalah program pemberdayaan ekonomi untuk pengentasan kemiskinan.
Diantaranya langkah-langkahnya yakni membina peternak mustahik melalui pemberian modal, pendampingan, pelatihan, dan bantuan pemasaran untuk mencapai kemandirian ekonomi.
Di Kabupaten Kendal, pembangunan Balai Ternak di Desa Kalirejo Kecamatan Kangkung sudah sejak bulan Agustus 2025, dengan melakukan pembebasan lahan pembangunan kandang ternak, penyediaan pakan ternak, pelatihan anggota (anak kandang) dan pembelian hewan ternak berupa domba.
“Ini adalah titik ke-60 dari 70 titik program balai ternak yang dikembangkan Baznas RI. Khusus di Kabupaten Kendal ada dua balai ternak yaitu di Desa Kalirejo dan Bringinsari,” terang Mahdum.
Ia menegaskan, program Balai Ternak Baznas merupakan program pemberdayaan ekonomi untuk pengentasan kemiskinan dengan membina peternak mustahik melalui pemberian modal, pendampingan, pelatihan, dan bantuan pemasaran untuk mencapai kemandirian ekonomi, yang mengubah mustahik menjadi muzakki melalui sektor peternakan.
“Program Baznas ini untuk memutus rantai ketergantungan. Jangan sampai orang yang biasa kita beri ini kemudian minta terus. Harapannya penerima manfaat dana zakat ini pelan-pelan bisa berubah ekonominya dan punya usaha sendiri. Sehingga bisa mandiri dan diharapkan nantinya dapat menolong orang lain,” harapnya.
Sementara Kepala Desa Kalirejo, Teguh Sumaryanto menyampaikan, Balai Ternak Rejoagung Farm ini mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp823 juta. Dengan populasi domba 180 ekor.
“Harapannya dengan adanya balai ternak ini para mustahik di Desa Kalirejo dapat ilmu pengelolaan domba dan ekonominya meningkat. Kami terima kasih kepada Baznas RI, kabupaten dan Pemkab Kendal,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















