KENDAL, Beritajateng.id – Bantuan pembangunan sumur bor menyasar Dusun Krajan, Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan. Bupati Dyah Kartika Permanasari menuturkan bantuan itu berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp100 juta.
Peresmian sumur bor itu ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Bupati Dyah Kartika Permanasari pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di desa setempat. Acara itu juga disertai pelepasan sejumlah balon ke udara.
Pengelolaan sumur bor dengan kedalaman mencapai 100 meter itu nantinya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tambahsari agar pemanfaatannya dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi kepada PT Arlisco Elektrika Perkasa atas kepedulian dan kontribusi dalam membantu masyarakat Desa Tambahsari melalui program CSR pembangunan sumur bor.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi warga dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” demikian apresiasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap sumur bor tersebut dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama saat musim kemarau dan kekeringan, sekaligus mengurangi beban ekonomi warga.
“Dengan beroperasinya sumur bor ini harapannya masyarakat Dusun Krajan memperoleh akses air bersih yang lebih mudah, terutama ketika musim kemarau tiba. Pengelolaan melalui BUMDes juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pemanfaatan fasilitas tersebut demi kepentingan warga Desa Tambahsari,” harapnya.
Direktur PT Arlisco Elektrika Perkasa, Arif Irawanto, mengatakan bantuan tersebut berawal dari informasi mengenai kondisi masyarakat di wilayah Limbangan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.
Setelah memperoleh informasi tersebut, pihak perusahaan turun langsung ke lapangan untuk melihat dan memastikan kondisi yang dihadapi warga. Langkah itu dilakukan agar bantuan CSR yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran.
“Ketika kami mendapatkan informasi bahwa masyarakat di wilayah Limbangan mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau, kami melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Arif menjelaskan, keterlibatan perusahaan dalam membantu penyediaan air bersih bukan semata-mata dilihat dari sisi bisnis, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Arif.
Ia menambahkan ke depan perusahaan juga berencana menyalurkan program CSR ke daerah lain yang membutuhkan, meskipun lokasi dan bentuk bantuannya masih dalam tahap perencanaan.
“Kami berharap perusahaan lain juga dapat memberikan kontribusi nyata untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Utia Lil















