SEMARANG, Beritajateng.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional 22 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah.
Penangguhan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) itu disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari menu tidak layak, hingga ketidaksesuaian harga MBG dengan anggaran yang telah dialokasikan BGN sebesar Rp8.000-Rp10.000 per menu.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, menjelaskan semua keputusan merupakan wewenang dari BGN.
“(Penutupan) keputusan kementerian. Atas tindak lanjut (laporan) dari masyarakat,” kata Gus Yasin, sapaan karibnya.
Gus Yasin menyampaikan agar masyarakat tetap aktif dalam melaporkan menu-menu MBG yang bermasalah. Ia juga meminta agar SPPG di Jawa Tengah mulai berbenah dan serius dalam mengelola program tersebut.
“Kepada masyarakat, tetap laporkan (kalau ada temuan) untuk mencegah kejadian luar biasa,” pesannya.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menegaskan MBG merupakan penguat ekonomi daerah dan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan bergizi. Ini investasi strategis membangun sumber daya manusia,” ujar Luthfi.
Sebagai lumbung pangan nasional, Luthfi mengatakan Jawa Tengah juga menargetkan produksi padi 2026 sebesar 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG), atau meningkat 12,22% dibanding realisasi 2025.
Dengan capaian yang mendekati 100 persen itu dan dukungan infrastruktur yang kuat, ia berharap Jateng terus menjadi penggerak utama suksesnya MBG di tingkat nasional.
“Kami siap menopang swasembada pangan nasional sekaligus memastikan keberlanjutan program MBG di Jawa Tengah,” tegasnya.
Diketahui, potensi penerima sasaran MBG di Jawa Tengah mencapai 9.639.459 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.348.898 orang telah menerima manfaat atau setara 96,98 persen.
Jumlah penerima manfaat itu terdiri atas 8.464.875 siswa TK hingga SMA. Kemudian ada 93.045 ibu hamil, 204.305 ibu menyusui, serta 549.759 balita.
Dari sisi infrastruktur, Jawa Tengah memiliki 3.741 SPPG, terdiri dari 34 SPPG TNI, 12 SPPG pondok pesantren, 3.628 SPPG mitra, dan 67 SPPG Polri. Seluruh 35 kabupaten/kota di Jateng juga telah memiliki Surat Keputusan (SK) Satuan Tugas (Satgas) MBG.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















