PATI, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati memprediksi kemarau di wilayah Kabupaten Pati masih akan berlangsung hingga Desember 2026. Hal ini mengakibatkan beberapa wilayah di daerah tersebut mulai terdampak krisis air.
“Puncak musim kemarau di Kabupaten Pati itu di bulan Agustus, September, dan Oktober 2026 dan ada kemungkinan sampai November Desember. Untuk Jawa Tengah di Pantura Timur ini paling akhir akan menerima hujan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Martinus mengungkap Pemerintah Kabupaten Pati juga telah menetapkan status siaga bencana kekeringan sekaligus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai 1 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Penetapan siaga kekeringan dan karhutla tersebut untuk mengantisipasi penanganan kemungkinan kekeringan yang semakin meluas ke desa dan lahan pertanian.
“Penetapan siaga ini dimulai pada 1 Agustus sampai 30 Oktober 2026 karena memang diperkirakan puncak musim kemarau terjadi di bulan Agustus, September dan Oktober,” terangnya.
Martinus menyebut pada akhir Juli memang belum banyak desa yang mengalami kekeringan. Namun ada beberapa desa yang sudah melapor mengalami kekeringan dan meminta bantuan air bersih.
“Ada beberapa catatan, desa yang meminta bantuan air bersih yaitu Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi; Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo; Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo; dan Desa Sinoman, Kecamatan Pati,” jelasnya.
Selain berdampak ke masyarakat desa, ia mengungkap kekeringan juga terjadi sejumlah lahan pertanian yang tersebar di Kecamatan Jaken dan Jakenan.
“Menurut data dari koordinator pengawas organisme dan pengganggu tanaman, yang sudah dinyatakan kekeringan itu kisarannya 45 hektar dan sampai sekarang sudah berkembang menjadi ratusan hektar utamanya di wilayah Jakenan dan Jaken,” bebernya.
Untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, BPBD Pati telah melakukan penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.
Selain mendistribusikan air secara langsung, BPBD Pati juga mendirikan posko pelayanan air bersih di depan kantor BPBD. Posko tersebut menjadi salah satu titik pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun informasi terkait penanganan dampak kekeringan.
Jurnalis: *Red
Editor: Utia Lil















