SEMARANG, Beritajateng.id – Kerugian akibat kebakaran Pasar Kanjengan di kawasan Pasar Johar Kota Semarang ditaksir mencapai Rp6 miliar. Meski begitu angka ini bersifat sementara dan masih dalam pendataan pihak terkait.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengungkap total pedagang yang terdampak kebakaran pada Rabu dini hari, 29 April 2026 itu sebanyak 468 orang, serta sejumlah pemilik ruko di Blok F.
Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah pemulihan aktivitas ekonomi pedagang. Dinas Perdagangan telah menyiapkan lokasi relokasi di Pasar Kanjengan di gedung baru, yang mampu menampung 100 hingga 150 pedagang.
“Kami pastikan teman-teman pedagang bisa segera berjualan kembali. Tempat sudah kami siapkan di Pasar Kanjengan, khususnya di lantai 3 dan 4 gedung baru,” jelasnya, Kamis, 30 April 2026.
Ia mengungkap sebelumnya opsi relokasi ke Pasar Johar sempat dipertimbangkan. Namun, kapasitas pasar tersebut telah penuh sehingga dialihkan ke Pasar Kanjengan.
Selain relokasi, pemerintah juga membuka peluang pemberian bantuan bagi pedagang terdampak, termasuk bantuan sembako dan kemungkinan relaksasi kredit. Hal ini akan dibahas lebih lanjut bersama Wali Kota Semarang.
“Kami akan ajukan bantuan resmi, termasuk kebutuhan pokok bagi pedagang. Untuk relaksasi kredit masih kami koordinasikan,” tambahnya.
Ke depan, Dinas Perdagangan juga akan memperketat pengawasan di kawasan pasar guna mencegah kejadian serupa. Langkah yang disiapkan antara lain pemasangan CCTV dan peningkatan patroli keamanan.
Sementara mengenai penyebab kebakaran, ia menyampaikan hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pemerintah kota memilih menunggu hasil resmi agar informasi yang sampai ke masyarakat tidak simpang siur.
“Untuk asal api dari mana, sementara kami belum tahu karena sudah ditangani pihak kepolisian,” ujarnya.
Di sisi lain, salah satu pedagang terdampak, Murtini, mengaku kehilangan seluruh barang dagangannya akibat kebakaran tersebut. Ia menjual perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah, dan perlengkapan salat lainnya.
Murtini telah berdagang selama sekitar 30 tahun, dengan tujuh tahun terakhir menempati lokasi yang terbakar. Ia mengaku membangun kios secara swadaya dengan biaya mencapai sekitar Rp10 juta.
“Semua habis terbakar. Saya tidak punya firasat apa-apa sebelumnya,” tuturnya.
Ia menuturkan mengetahui kebakaran setelah dihubungi kerabat sekitar pukul 23.00 WIB. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB, kondisi pasar sudah dilalap api dan akses dijaga aparat kepolisian.
Sebagai pedagang kecil, Murtini berharap pemerintah dapat memberikan tempat berjualan tanpa biaya serta bantuan untuk memulai usaha kembali.
“Kalau bisa dikasih tempat, jangan bayar dulu. Kalau ada bantuan untuk modal lagi, sangat membantu,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















