SEMARANG, Beritajateng.id – Ratusan aparat gabungan tampak menjaga kompleks Balai Kota Semarang untuk mengantisipasi munculnya kerusuhan dari massa aksi demo seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain.
Sebelumnya, massa aksi di Kota Semarang sempat membakar mobil dan sebuah kantin di belakang kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat, 29 Agustus 2025 lalu.
Demonstrasi yang pada awalnya dilakukan untuk merespons dinamika politik nasional serta solidaritas terhadap pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob itu, berujung ricuh.
Tidak hanya di Semarang, aksi massa serupa meluas terjadi di sejumlah daerah. Bahkan massa merusak fasilitas umum hingga membakar gedung pemerintahan maupun DPRD.
Melihat situasi tersebut, Pemerintah (Pemkot) Kota Semarang segera melakukan antisipasi dengan memperketat pengamanan objek vital, khususnya gedung Balai Kota.
Plt Kepala Satpol PP Kota Semarang, Marthen Stefvanus Dacasto menyampaikan bahwa sebanyak 120 personel gabungan disiagakan penuh selama 24 jam.
Penjagaan tersebut akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan dengan fokus utama menjaga keamanan objek vital bangunan pemerintahan.
“Penjagaan ini sebagai antisipasi unjuk rasa yang kemungkinan bergeser ke Balai Kota. Tapi kami berharap semua bisa selesai hari ini. Unsur yang terlibat ada dari Polrestabes, Satpol PP, Kodim, Damkar, dan Dishub,” ujarnya, pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Selain menyiagakan personel, beberapa unit mobil pemadam kebakaran juga ditempatkan di sejumlah titik, yakni Balai Kota Semarang, kantor Gubernur Jawa Tengah, dan Polrestabes Semarang.
Marthen berharap warga Semarang yang ingin menyampaikan aspirasi dapat melakukannya dengan tertib, sekaligus mengingatkan agar tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
“Sebagai orang tua yang juga memiliki anak mahasiswa dan sebagai warga Kota Semarang, saya berharap teman-teman atau yang saat ini melakukan unjuk rasa bisa sesuai dengan apa yang dituntut, sehingga tidak ada pihak yang menunggangi,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Tia