SEMARANG, Beritajateng.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memperkirakan potensi curah hujan ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi masih akan berlangsung hingga Februari mendatang.
Melihat potensi tersebut, Forecaster BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Z mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan rutin memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada, selalu mengupdate informasi dari sumber yang terpercaya, hindari kepanikan, serta ikuti arahan pemerintah setempat atau instansi terkait kebencanaan ketika adanya potensi maupun saat terjadi bencana,” katanya, Minggu, 11 Januari 2026.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai kanal informasi resmi BMKG, seperti akun media sosial @infoBMKG, aplikasi InfoBMKG, serta laman cuaca.bmkg.go.id.
Khusus informasi cuaca wilayah Jawa Tengah, kata dia, masyarakat dapat mengikuti akun FB dan X @cuacajateng, Instagram cuaca_jateng, serta website stamet-ahmadyani.bmkg.go.id.
Mengenai hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam sepekan terakhir, Gempita menyebut kondisi itu memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor.
Ia menjelaskan, intensitas hujan tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama menjadi salah satu faktor utama terjadinya bencana di wilayah tersebut.
“Untuk bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Pati, Kudus, Jepara, terjadi saat adanya hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama. Curah hujan tinggi tersebut dapat menjadi salah satu faktor terjadinya bencana,” ujarnya.
Pada puncak musim penghujan ini, menurutnya jenis bencana yang berpotensi terjadi meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga sambaran petir. Namun pihaknya belum dapat memetakan secara detail wilayah mana saja yang paling berpotensi terdampak bencana serupa.
“Secara detail wilayahnya kami belum bisa memastikan, karena untuk kerawanan bencana merupakan ranah instansi lain. Namun karena Jawa Tengah sedang berada pada periode puncak musim hujan, hampir seluruh wilayah Jateng berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Potensi bencana sangat bergantung pada tingkat kerentanan masing-masing wilayah,” ungkapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















