SEMARANG, Beritajateng.id – Salah satu sekolah negeri di Kota Semarang yakni SDN Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, tetap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) meski hanya diikuti tiga siswa.
Diketahui, jumlah siswa tersebut jauh dari kuota ideal satu rombongan belajar yang mencapai 28 siswa. Berdasarkan data, terdapat lima calon peserta didik yang lolos melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), namun dua di antaranya tidak melakukan daftar ulang.
Kepala SDN Purwoyoso 01, Hajar Ristianni, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi sekolah.
“Jumlah siswa yang mendaftar secara online ada lima orang. Tetapi dua siswa tidak daftar ulang, sehingga yang benar-benar masuk hanya tiga siswa saja,” ujar Hajar, Senin, 13 Juli 2026..
Meski hanya memiliki tiga murid baru, ia menuturkan sekolah tidak mengurangi kemeriahan pembukaan MPLS. Tahun ini, penyambutan dikemas dengan tema sirkus lengkap dengan kehadiran badut yang menyambut siswa di gerbang sekolah.
Menurut Hajar, semangat memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik tetap menjadi prioritas meski jumlah murid sangat minim.
“Berapa pun muridnya, kami tetap semangat, tidak kendor. Tetap pembukaan semeriah mungkin supaya anak-anak semakin semangat datang dan belajar di sekolah,” katanya.
Hajar mengungkap minimnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi perubahan kondisi demografi di lingkungan sekitar sekolah. Kawasan Purwoyoso kini lebih banyak dihuni warga lanjut usia, sementara keluarga muda dengan anak usia sekolah dasar semakin berkurang.
Selain itu, menurutnya banyak pasangan muda memilih tinggal di perumahan subsidi di wilayah perbatasan Semarang-Kendal, seperti Kaliwungu dan Boja.
“Lingkungan sekitar memang sekarang lebih banyak lansia. Banyak keluarga muda pindah ke perumahan di Kaliwungu maupun Boja, sehingga jumlah anak usia SD ikut berkurang,” jelasnya.
Ia juga menyebut sekolah-sekolah lain di sekitar wilayah tersebut mengalami kondisi serupa sehingga tidak ada limpahan calon siswa.
“Ini mungkin juga termasuk keberhasilan program KB dua anak cukup,” ucap Hajar.
Di tengah minimnya jumlah murid, Hajar menegaskan fasilitas belajar di SDN Purwoyoso 01 tetap lengkap dan memadai. Ia menyebut sekolah memiliki laboratorium komputer, perpustakaan, ruang UKS, musala, Smart TV bantuan pemerintah, hingga sarana olahraga.
“Fasilitas kami lengkap. Ada Smart TV bantuan pemerintah, fasilitas olahraga, laboratorium komputer, perpustakaan, semuanya tersedia di SD Purwoyoso 01,” tegasnya.
Pada hari pertama MPLS, tiga siswa baru mengikuti serangkaian kegiatan mulai dari penyambutan di gerbang sekolah, upacara pembukaan, pengalungan kokarde, perkenalan guru, tur lingkungan sekolah, pengenalan fasilitas, permainan edukatif, menyanyikan jingle MPLS hingga kegiatan mewarnai.
Pihak sekolah juga memberikan perlengkapan belajar secara gratis berupa topi, dasi, dan atribut kelas. Bahkan, dalam waktu dekat para siswa akan kembali menerima bantuan seragam tanpa dipungut biaya.
“Rencananya kami juga akan memberikan seragam batik dan seragam olahraga secara gratis,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















