Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Kebijakan Privasi
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Lingkar Network
    • Lingkar Jateng
    • Kabar Hari Ini
    • Lingkar.news
beritajateng.id
  • Home
  • Hot News
  • Politik
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • artikel
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
Beritajateng.id
  • Home
  • Hot News
  • Politik
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • artikel
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
Beritajateng.id
No Result
View All Result
Home Kota Semarang

Kawanan Monyet Ekor Panjang Serang Lahan Pertanian di Jateng, Petani Keluhkan Tanaman Rusak

Utia Afidah by Utia Afidah
11 Agustus 2026
in Kota Semarang
Kawanan Monyet Ekor Panjang Serang Lahan Pertanian di Jateng, Petani Keluhkan Tanaman Rusak

Ilustrasi kawanan monyet liar ekor panjang. (Canva/Beritajateng.id)

843
VIEWS
WhatsAppShare on FacebookShare on Twitter

SEMARANG, Beritajateng.id – Kemunculan kawanan monyet liar ekor panjang di sejumlah daerah di Jawa Tengah menimbulkan kerugian warga hingga para petani. Sebab, rata-rata kawanan satwa liar itu menyasar lahan pertanian untuk mendapatkan makanan selama kemarau.

Selain menipisnya sumber air dan pakan alami akibat kemarau, kerusakan habitat akibat alih fungsi lahan turut disebut menjadi salah satu faktor yang membuat monyet liar itu datang ke permukiman dan lahan pertanian untuk mencari sumber makanan.

Fenomena tersebut terutama berpotensi terjadi di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan di lereng Gunung Merapi, Merbabu, Lawu, Slamet, Sindoro, Sumbing, hingga Muria.

Di Kota Semarang, salah satu wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Gunungpati. Warga Kampung Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, melaporkan kawanan monyet yang diduga berasal dari kawasan Gunung Ungaran atau Goa Kreo masuk ke lahan pertanian hampir setiap hari.

Jumlahnya disebut mencapai sekitar 150 ekor. Tanaman pisang, mangga, pepaya, jambu, sirsak, hingga singkong menjadi sasaran kawanan tersebut.

“Pisang yang belum sempat dipanen habis dimakan, bahkan sejak masih berupa jantung,” keluh warga setempat.

Gangguan serupa sebelumnya terjadi di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kawanan monyet masuk ke area permukiman dan merusak sejumlah tanaman, seperti pisang, alpukat, nangka, rambutan, cabai, dan terong.

“Monyet-monyet itu merusak tanaman yang sudah berbuah. Yang paling banyak rusak alpukat dan nangka,” kata Ketua RT setempat.

Serangan dengan skala lebih luas juga dilaporkan terjadi di Desa Sidomukti dan Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Koloni monyet disebut merusak sekitar 10 hektar lahan pertanian yang tersebar di tujuh dusun.

Berbagai tanaman menjadi sasaran, mulai dari daun bawang, tomat, buncis, cabai, bunga mawar, hingga alpukat. Petani mengaku kesulitan menghalau kawanan monyet karena jumlahnya mencapai ratusan ekor dan tidak mudah takut ketika diusir.

Ancaman serupa juga perlu diwaspadai di sejumlah daerah yang berada di sekitar kawasan pegunungan. Wilayah tersebut antara lain Magelang, Boyolali, Klaten, Temanggung, Wonosobo, Karanganyar, Wonogiri, hingga daerah perbatasan seperti Sragen.

Di Sragen, kawanan monyet bahkan dilaporkan sempat masuk ke kompleks RSUD Tangen pada awal April 2026. Pihak rumah sakit memastikan keberadaan satwa tersebut tidak mengganggu pasien meski lokasi rumah sakit berdekatan dengan kawasan hutan.

Pola turunnya monyet ke area pertanian cenderung berulang ketika musim kemarau. Ketika persediaan air dan makanan di habitat alami berkurang, satwa tersebut mencari sumber alternatif di lahan warga.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi, dan Konservasi Sumber Daya Alam Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Puji Harini, mengatakan berkurangnya ketersediaan makanan dan air di habitat alami menjadi salah satu faktor yang mendorong monyet mendekati lahan pertanian dan permukiman.

“Mereka kerap turun jika sumber pakan berkurang. Bisa juga karena habitat aslinya sudah tidak nyaman,” ujarnya.

Tekanan terhadap lahan pertanian juga dipengaruhi tingginya populasi. Kondisi tersebut membuat kawanan monyet lebih mudah bergerak secara berkelompok untuk mencari sumber makanan baru.

DLHK Jawa Tengah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghadapi gangguan satwa liar tersebut. Salah satu langkah yang disarankan adalah membuat embung kecil yang dapat menjadi sumber air sekaligus membantu menjaga ketersediaan pakan alami di sekitar habitat.

Petani di sejumlah wilayah mengaku berbagai cara telah dilakukan untuk menghalau kawanan monyet, mulai dari membuat suara gaduh, menggunakan senapan angin, hingga memasang jaring.

Namun, cara tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif karena monyet telah terbiasa dengan upaya pengusiran dan kembali datang secara berkelompok.

Di beberapa daerah yang terdampak cukup parah, kerugian petani disebut mencapai ratusan juta rupiah. Komoditas dengan nilai ekonomi tinggi, termasuk daun bawang dan berbagai jenis buah, menjadi salah satu tanaman yang mengalami kerusakan.

Jurnalis:*Red
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Beritajateng.id
Tags: Berita Semarang Hari Iniberita semarang terkiniMonyet Liar
Utia Afidah

Utia Afidah

Berita Terkait

Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 5 Orang Ditangkap Polda Jateng di Pati dan Cilacap

Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 5 Orang Ditangkap Polda Jateng di Pati dan Cilacap

by Utia Afidah
17 Oktober 2026
0

SEMARANG, Beritajateng.id - Polda Jateng menangkap lima orang sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi...

Program PKK Semarang Tuai Sorotan, Ribuan Warga Tandatangani Petisi Desak Evaluasi

Program PKK Semarang Tuai Sorotan, Ribuan Warga Tandatangani Petisi Desak Evaluasi

by Utia Afidah
17 Oktober 2026
0

SEMARANG, Beritajateng.id - Sejumlah program di lingkungan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Semarang menjadi sorotan. Hal ini lantaran banyaknya...

4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Imbas Penghuni Tak Bayar Tunggakan Sewa

4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Imbas Penghuni Tak Bayar Tunggakan Sewa

by Utia Afidah
15 Oktober 2026
0

SEMARANG, Beritajateng.id - Sebanyak empat kamar di lingkungan Rumah Susun (Rusun) Kaligawe disegel oleh Satpol PP Kota Semarang pada Rabu,...

36.183 Buku Nikah Tak Terpakai di Rembang Dimusnahkan, Cegah Kecurangan

Rencana Relokasi OPD dari Gedung Pandanaran Semarang Tak Didukung Kajian Teknis

by Utia Afidah
14 Oktober 2026
0

SEMARANG, Beritajateng.id - DPRD Kota Semarang menyoroti rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang hendak merelokasi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD)...

BERITA UTAMA

Kirim 396 Atlet ke Porprov Jateng, Bupati Kendal: Target Lima Besar
Kendal

Kirim 396 Atlet ke Porprov Jateng, Bupati Kendal: Target Lima Besar

by Utia Afidah
16 Oktober 2026
0

KENDAL, Beritajateng.id - Pemerintah Kabupaten Kendal mengirim total 396 atlet untuk bertanding dalam berbagai cabang olahraga di Pekan Olahraga Provinsi...

Read moreDetails
Tanggapi Kabar Bupati Klaten Kena OTT KPK, Gubernur Luthfi: Kami Sudah Sering Ingatkan

Tanggapi Kabar Bupati Klaten Kena OTT KPK, Gubernur Luthfi: Kami Sudah Sering Ingatkan

15 Oktober 2026
RSU Permata Punya Gedung Baru 4 Lantai, Bupati Blora Harap Tingkatkan Kualitas Layanan

RSU Permata Punya Gedung Baru 4 Lantai, Bupati Blora Harap Tingkatkan Kualitas Layanan

15 Oktober 2026
Batang Siapkan Rp1 M untuk Atlet Porprov Jateng, Peraih Emas Bakal Dihadiahi Rp45 Juta

Batang Siapkan Rp1 M untuk Atlet Porprov Jateng, Peraih Emas Bakal Dihadiahi Rp45 Juta

14 Oktober 2026
Bupati Harno Targetkan MRI Bakal Tersedia di RSUD Rembang 2027 Nanti

PPPK Digaji Pusat Tahun Depan, Bupati Rembang Harap Tak Disertai Pemangkasan TKD

13 Oktober 2026

Post Terpopuler

  • TPP Diduga Mengalir ke Rekening Non-ASN, Bupati Rembang Minta Diusut Tuntas

    3 ASN BKD Rembang Diperiksa Polda Jateng Terkait Dugaan Pelanggaran JPTP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Deras, Jalan Nasional Blora-Cepu Terendam Banjir 30 Cm

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Jembatan Rp1,8 Miliar di Pati Ambrol Sebelum Diresmikan, Ini Penyebabnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Surut, Banjir di Kaligawe Semarang Kembali Tinggi Hingga 90 Cm

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantura Pati-Rembang Direndam Banjir, Arus Lalu Lintas Macet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Mungkin anda suka

Program Spelling di Kendal Gandeng 20 Layanan Kesehatan, Sasar 18 Desa

Program Spelling di Kendal Gandeng 20 Layanan Kesehatan, Sasar 18 Desa

18 Juni 2025
Gedung Bersejarah Eks Kawedanan Blora Bakal Jadi SPPG, Warga Kecewa

Gedung Bersejarah Eks Kawedanan Blora Bakal Jadi SPPG, Warga Kecewa

30 Desember 2025
SDN 03 Waru Rembang Siap Ikuti Adiwiyata Provinsi dengan Pendidikan Ramah Lingkungan

SDN 03 Waru Rembang Siap Ikuti Adiwiyata Provinsi dengan Pendidikan Ramah Lingkungan

27 Februari 2025
Hampir Tak Punya Murid, SMP Rimba Teruna di Blora Terancam Tutup

Hampir Tak Punya Murid, SMP Rimba Teruna di Blora Terancam Tutup

13 Januari 2025
SMPN 3 Blora dapat Banpres Rp2 Miliar, Dikelola Secara Mandiri

SMPN 3 Blora dapat Banpres Rp2 Miliar, Dikelola Secara Mandiri

21 April 2026
Load More
BeritaJateng.id

Adalah Media Online Yang menayangkan berita terbaru di jawa tengah, berita yang kami tayangkan padat dan terpercaya, meliputi info semarangan, info pantura, info solo raya, info kedu, info pekalongan dan info banyumasan hari ini

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Box Redaksi
  • Disclaimer
  • Lingkar Network
  • Developer

© 2021 Beritajateng.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • artikel
  • Box Redaksi

© 2021 Beritajateng.id