SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memprioritaskan perbaikan terhadap dua ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah di wilayah kota.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengungkap dua ruas tersebut yakni Jalan Sukarno-Hatta dan Jalan Prof Hamka.
“Prioritas perbaikan saat ini di Jalan Prof. Hamka dan Jalan Sukarno-Hatta,” katanya, Rabu, 28 Januari 2026.
Suwarto mengatakan kerusakan di Jalan Prof Hamka tergolong dominan, sementara di Jalan Sukarno-Hatta banyak ditemukan lubang kecil namun cukup dalam.
Ia menjelaskan, perbaikan jalan telah dimulai sejak Jumat lalu dan akan dilanjutkan hingga pekan depan. Penanganan dilakukan secara bertahap melalui penyisiran di berbagai titik kerusakan, baik di pusat kota maupun wilayah pinggiran.
Selain ruas utama, kata dia, wilayah pinggiran seperti Gunungpati dan Mijen juga masuk dalam agenda penanganan, khususnya jalur menuju pasar yang sebelumnya belum tersentuh pelebaran jalan.
“Kita lakukan patching terlebih dulu, kemudian kalau memang perlu overlay, ya kita overlay,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan, perbaikan yang telah dilakukan di Jalan Pandanaran, tepatnya di depan gerai KFC. Ruas jalan tersebut diratakan setelah ditemukan indikasi adanya pipa di bawah badan jalan yang berpotensi menyebabkan permukaan jalan kembali cekung.
“Supaya tidak cekungan, kita minta diratakan dengan patching. Setelah itu dilanjutkan ke Sukarno-Hatta,” ujarnya.
Setelah penanganan di Jalan Pandanaran, perbaikan dilanjutkan ke Jalan Sukarno-Hatta. Namun, Suwarto mengakui proses perbaikan di ruas tersebut membutuhkan waktu lebih lama karena jumlah titik kerusakan cukup banyak. Ia menargetkan penanganan dapat diselesaikan dalam pekan ini.
Sementara untuk ruas Jalan Majapahit dari pintu tol menuju arah kota, Suwarto memastikan kondisi jalan masih relatif baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.
Ia menambahkan, kerusakan di Jalan Sukarno-Hatta kerap dipicu oleh genangan air saat hujan. Pihaknya tengah menelusuri sejumlah titik crossing saluran, khususnya di depan Universitas Maritim AMNI Semarang.
“Sampai saat ini kondisi masih baik. Yang bermasalah itu Hamka dan Sukarno-Hatta,” katanya.
Selain itu, DPU telah menyurati Universitas Semarang (USM) terkait rencana pembongkaran penutup jalan melintang (PJM) di depan kampus karena posisinya rendah dan berpotensi tersumbat sampah.
Suwarto juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara, terutama pengendara sepeda motor.
“Aspal itu lawannya air. Kalau kena hujan, kinerjanya pasti berkurang,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















