KUDUS, Beritajateng.id – Temuan dugaan roti berjamur dalam paket menu makan bergizi gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Kudus. Roti sosis yang diduga berjamur putih ini viral di media sosial dan mendapat respon dari berbagai pihak.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SD 4 Getas Pejaten, Nur Puji Handayani, membenarkan adanya keluhan dari wali murid terkait dugaan makanan berjamur di sekolahnya.
Ia menyebut, laporan tersebut diterima dari orang tua siswa, bukan dari guru secara langsung.
“Kalau di SD 4 Getas memang ada yang dikeluhkan berjamur. Ada tiga siswa yang informasinya dari orang tua. Kami sudah komunikasi dengan pihak SPPG dan mereka juga sudah menyampaikan permintaan maaf,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Menurut Nur Puji, dugaan penyebab munculnya jamur kemungkinan berasal dari proses pengemasan makanan. Ia mengatakan makanan panas yang langsung dimasukkan ke dalam wadah dapat memicu kelembaban, terlebih saat cuaca panas.
“Kalau masih panas langsung dimasukkan ke tempat makan, apalagi siang hari, memang rawan. Biasanya roti sosis itu yang paling riskan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah belum sempat melakukan pengecekan langsung karena makanan tersebut sudah terlanjur dibagikan kepada siswa. Namun, kejadian serupa juga pernah terjadi pada program MBG sebelumnya, meski saat itu dikelola oleh SPPG yang berbeda.
“Ini SPPG yang baru. Dulu juga pernah ada kejadian serupa. Karena itu, saya sudah minta supaya sementara jangan pakai roti sosis dulu, diganti menu lain yang lebih aman,” tegasnya.
Nur Puji menyarankan agar selama Ramadan menu MBG diganti dengan roti tanpa isian, buah-buahan, atau makanan kering lain yang tidak mudah rusak. Ia menilai, distribusi dua atau tiga hari sekali juga tidak menjadi masalah selama kualitas terjaga.
Terkait isu sekolah melarang wali murid melapor atau memviralkan kejadian tersebut, Nur Puji membantah keras. Ia menegaskan pihak sekolah justru langsung menyampaikan laporan tersebut ke pihak penyedia.
“Kalau ada laporan dari wali murid, kami langsung koordinasi dengan SPPG. Kalau wali murid mau langsung melapor ke SPPG juga silakan. Tapi tetap harus valid, jangan asal ke media sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada distribusi hari berikutnya menu yang dibagikan berupa roti abon dan dinilai aman. Distribusi MBG sendiri biasanya sudah tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB.
“Harapan kami jangan sampai terulang lagi. Saya sudah koordinasi langsung agar menu yang berisiko seperti roti sosis tidak dibagikan dulu,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















