KUDUS, Beritajateng.id – Wakil Bupati (Wabup) Bellinda Putri Sabrina Birton menanggapi kejadian seorang siswa SMP NU Miftahul Falah yang diduga mendapatkan intimidasi usai menolak program makan bergizi gratis (MBG).
Ia menuturkan pihaknya telah memberikan pendampingan kepada siswa bernama Muhammad Rafif Arsya itu. Pendampingan intensif dilakukan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana.
“Siswa yang membuat surat terbuka terkait MBG sudah mendapat pendampingan dari Dinas Sosial,” kata Bellinda.
Bellinda yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus itu mengaku mengapresiasi keberanian siswa SMK yang telah menyatakan pendapatnya terkait program prioritas pemerintah itu.
“Kami menghormati pendapat dari siswa tersebut. Usulan siswa itu kami terima dan dikaji. Tapi memang kebijakan itu dari pemerintah pusat, kalau ada usulan dari kami memang hanya bisa ikut menyampaikan,” katanya.
Sebelumnya, Muhammad Rafif Arsya membuat surat terbuka melalui akun media sosial pribadinya terkait penolakan MBG. Dalam isi suratnya, siswa SMK itu menyoroti masih adanya guru yang belum mendapatkan kesejahteraan layak.
Ia kemudian mengusulkan agar estimasi dana manfaat MBG yang akan diterimanya yakni sekitar Rp6,75 juta selama masa belajar, dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru.
Sayangnya, usai menyuarakan pendapatnya, siswa tersebut justru mendapatkan intimidasi secara daring. Intimidasi tersebut diduga berasal dari oknum karyawan SPPG di sekolahnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















