PATI, Beritajateng.id – Teguh Bandang Waluyo mendorong agar masyarakat dan seluruh anggota DPRD Pati saling membangun komunikasi dengan baik. Hal ini ia sampaikan merespon aksi AMPB pada Kamis, 13 Agustus 2026 yang dinilai kurang sopan.
“Terjadinya situasi yang tidak kondusif itu karena kurangnya komunikasi. Kita di DPRD itu bukan sebagai pejabat, kita ini pelayan masyarakat. Kalau rakyat ingin menduduki kursinya ya kita persilakan,” kata Ketua Komisi D itu saat hadir sebagai narasumber di acara Bedah Opini Lingkartv baru-baru ini.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Namun, hak tersebut juga perlu disampaikan dengan cara yang santun, tertib, dan sesuai dengan norma yang berlaku.
Teguh menilai gedung DPRD merupakan rumah rakyat yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Sehingga setiap warga yang datang diharapkan tetap mengedepankan etika dan menghormati pihak yang ditemui.
“Saya harap kedepannya, kedepannya duduknya jangan pakai kaki. Disuruh nunggu, nunggu teman-teman kami juga siap. Tidak bisa dipaksakan, ini lembaga politik,” pungkasnya. (adv)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















