PATI, Beritajateng.id – Banjir yang menggenangi Desa Jepuro, Kecamatan Juwana telah berlangsung selama satu minggu. Meski begitu, para warga belum mengungsi dan memilih bertahan di rumah masing-masing.
Salah satunya warga yang masih bertahan yakni Suwarni. Bersama suaminya, Susanto, ia bertahan di tengah kepungan banjir yang masuk ke rumahnya dengan ketinggian selutut orang dewasa atau 60 centimeter.
Setiap harinya, mereka mengaku hanya bisa pasrah sembari menunggu air banjir surut. Bantuan makanan dari para donatur menjadi harapan hidup dirinya bersama ratusan keluarga lain di Desa Jepuro dan sekitarnya.
Meskipun demikian, dirinya enggan meninggalkan rumah untuk mengungsi dan memilih bertahan dengan alasan keamanan barang berharga. Selain itu, Suwarni bersama warga yang lain juga mengaku sudah terbiasa menghadapi keadaan banjir.
“Setiap harinya ya begini, di rumah duduk tidur diatas kasur ditumpuk diatas meja kursi. Kalau makanan ada bantuan. Mendingan disini daripada ngungsi, sudah biasa seperti ini,” ungkapnya, Minggu, 18 Januari 2026.
Selain menumpuk kasur di atas meja, Suwarni juga menaruh barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terkena air banjir. Sedangkan untuk kendaraan, ia mengaku terpaksa diungsikan ke rumah saudara yang berada jauh dari lokasi banjir.
Mengenai aktivitas keluar rumah untuk bekerja, Suwarni mengaku harus terpaksa menggunakan sampan kecil yang sudah disimpan bertahun-tahun.
“Kalau barang-barang sebagian kami titipkan ke rumah saudara. Aktivitas ya pakai sampan atau harus basah-basahan,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua BPD Jepuro, Agus, mengatakan sejauh ini belum ada langkah konkret dari pemerintah dalam penanganan banjir. Menurutnya para warga terdampak banjir hanya mendapatkan bantuan berupa makanan siap saji.
Pihaknya bersama pemerintah desa juga harus berjaga setiap malam untuk memastikan keamanan warga, mengingat banjir yang merendam ratusan rumah warga ini sudah berlangsung cukup lama.
“Untuk bantuan paling hanya makanan. Kami siapkan dua sampan untuk membantu donatur yang membagikan nasi bungkus pagi, siang, dan sore kepada masyarakat,” bebernya.
Diketahui, sebanyak lima desa di Kecamatan Juwana desa terdampak banjir cukup parah dengan ketinggian lebih dari satu meter. Kelima desa itu yakni Doropayung, Tluwah, Jepuro, Kedungpancing, dan Bumirejo.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















