PATI, Beritajateng.id – Plt Bupati Risma Ardhi Chandra mengklarifikasi berhentinya beasiswa sarjana untuk mahasiswa kurang mampu asal Kabupaten Pati. Ia mengungkap terdapat beberapa perusahaan yang belum memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Chandra menjelaskan dana CSR tersebut merupakan salah satu sumber utama dari beasiswa sarjana tersebut. Ia mengungkap pihaknya telah mendesak sejumlah perusahaan untuk segera mencairkan dana CSR.
“CSR masih, karena pakainya CSR ada beberapa usaha yang tahun ini tidak memberikan CSR-nya, jadi kan harus kita gali lagi anggarannya. Cuman ini sudah kami himpun, Disdikbud sudah melaksanakan dan Bank Jateng sudah mengeluarkan (CSR). Sabar, semua sudah dilaksanakan,” ungkapnya, Rabu, 1 Juli 2026.
Meski terdapat CSR yang macet, Chandra menegaskan beasiswa sarjana ini terus berjalan meskipun ada beberapa perusahaan yang sudah tak lagi memberikan sumbangsih. Ia menjelaskan CSR tidak wajib diberikan oleh perusahaan untuk dikelola pemerintah.
“Tidak berhenti, proses CSR kan ada perusahaan yang tidak bisa memberikan seperti tahun kemarin. Ada yang mundur ada yang tidak,” imbuh dia.
Untuk menutup anggaran, pihaknya akan mengusulkan ke DPRD untuk penganggaran beasiswa sarjana di anggaran perubahan 2026 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Nanti di agenda perubahan kita anggarkan di APBD. Karena kita tidak bisa memaksa perusahaan untuk memberikan CSR. CSR kan hukumnya tidak wajib jadi kalau punya kelebihan dikasih, kalau tidak ya tidak,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















