PATI, Beritajateng.id – Ketua Komisi C DPRD Pati Muslihan menyoroti sistem penyaluran bantuan stimulan puso untuk petani terdampak banjir semrawut. Hal ini ia katakan merespon dugaan pemotongan jumlah bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) itu.
“Semakin kesini semakin semrawut, kenapa saya katakan (demikian). Terkait mekanisme ada sesuatu yang hilang, verifikasi lapangan tidak ada,” terangnya dalam audiensi bersama petani Pasuruhan Kayen, baru-baru ini.
Berdasarkan laporan yang ia terima, dugaan ini muncul karena minimnya pengawasan dari BPBD, adanya kelompok tani baru penerima bantuan, hingga masih adanya petani terdampak yang tidak terdata dalam daftar penerima.
“Kenyataannya sampai pengambilan pembagian tidak ada monitoring sehingga kami curiga. Mekanisme penyaluran ini seperti apa, padahal itu wajib. Sehingga BPBD itu harus mengawal,” imbuh pria asal Trangkil ini.
Untuk menyelesaikan duduk perkara, pihaknya di DPRD sepakat untuk dilakukan pertemuan oleh Forkopimcam Kayen dengan pengawasan BPBD dan pihaknya di komisi B.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















