PATI, Beritajateng.id – Warga Desa Godo, Kecamatan Winong, memprotes kerusakan jalan di wilayah setempat dengan menabur ikan lele di sejumla lubang-lubang jalan pada Jumat, 10 Juli 2026. Aksi ini dilakukan sebagai protes agar Pemerintah Kabupaten Pati memberikan atensi terhadap kondisi jalan tersebut.
Dari pantauan di lokasi, jalan dengan panjang sekitar 300 meter itu dipenuhi lubang-lubang yang cukup lebar. Selain diisi lele, warga juga meletakkan pohon pisang di sejumlah titik.
Mukar, salah seorang warga yang rumahnya berada di seberang jalan mengeluhkan kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Winong dengan Kecamatan Puncakwangi itu.
Menurutnya setiap hari ketika musim penghujan jalanan berlubang di depan rumahnya penuh dengan kubangan, sedangkan saat musim kemarau terik jalanan depan rumahnya penuh dengan material debu.
“Sudah lebih dari 20 tahun belum ada perbaikan sama sekali. Ini jalan panjangnya 300 meter lebih yang rusak antar kecamatan menjadi kewenangan PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) atau jalan kabupaten (Pemkab Pati),” ungkapnya saat diwawancarai awak media di lokasi jalan rusak, Jumat, 10 Juli 2026.
Pihaknya menilai kondisi ini sangat menganggu aktivitas warga mulai dari berangkat bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga akses menuju sekolah dan pusat kecamatan.
Menurut sepengetahuan Mukar, kepala daerah menjanjikan perbaikan ruas jalan tersebut pada tahun 2026 ini. Namun, berhari-hari dinantikan tak ada pihak Pemkab Pati yang terjun ke lokasi.
“Harapannya Bapak Plt Risma Ardhi Chandra segera memperbaiki jalan yang rusak ini karena kan sudah sangat lama sekali tidak diperbaiki,” harapnya.
Warga lainnya, Lasno, menuturkan penaburan ikan lele dilakukan dengan sengaja agar jalan tersebut mendapat perhatian dari pihak pemerintah.
“Ini (menabur ikan) biar dibangun, kan seperti kolam lele. Anak-anak pada cari lele disini di jalan,” kata dia.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















